23 Februari 2020
Bullying di Lingkungan Sekolah Harus Segera Dihentikan
  Witarmin
  20 Januari 2020
  • Share :

oleh: Ayuningtyas Widari Ramdhaniar

Wakil Ketua Young Leader Sisterhood (YelloSista)

CEO AWR Foundation & ReThinkbyAWR Strategic Partnership

Sekjen Pertiwi Nusantara FIAN (Forum Indonesia Anti Narkoba)

kabargolkar.com - Seorang siswi SMK di Kabupaten Kepulauan Anambas, AR harus putus sekolah setelah dicap lonte oleh guru agama. Kejadian di SMKN 1 Anambas, Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Setelah orang tua AR datang kes ekolah untuk menyelesaikan baik-baik namun dalam pertemuan itu bukan solusi yang didapat. Guru Agama tersebut kembali marah-marah dan tepuk meja di depan Camat. Pihak SMKN 1 menyampaikan tetap mengeluarkan AR dari sekolah.

Usai kejadian tersebut, AR kemudian mendapat bullyan di sekolah dan teman-temannya. Bahkan penyebutan sebagai lonte terhadap AR tersebut diumumkan lagi di mic SMKN 1 Anambas.

Meskipun kejadian tersebut sudah berlangsung bulan Oktober 2019 lalu. Trauma anaknya masih belum hilang, sementara semangatnya untuk mengecap pendidikan menjadi berkurang.

Sudah saatnya kita semua bersuara, pengambil kebijakan lebih tegas & bijak, jangan sampai nasib masa depan generasi penerus bangsa hancur karena pembiaran dan menganggap bullying adalah ejekan yang biasa. Sungguh memprihatinkan saat kita melihat bullying didepan mata baik langsung maupun melalui media namun kita hanya mampu diam menyaksikan semuanya.

Sebenarnya, Orang-orang yang menindas Anda, mereka merasa tidak aman tentang siapa diri mereka, dan itulah sebabnya mereka membully orang lain. Itu tidak pernah ada hubungannya dengan orang yang mereka bully. Mereka dengan putus asa ingin dicintai dan diterima, dan mereka berusaha keras untuk membuat orang merasa tidak diterima sehingga mereka merasa tidak sendirian.

Kita punya wakil-wakil rakyat terbaik bangsa yang sudah dipilih berdasarkan suara terbanyak masyarakat, saya harap komisi X DPR RI turun tangan kelokasi dan membantu pemulihan kondisi AR untuk bersekolah kembali, walaubagaimanapun AR adalah generasi penerus bangsa yang memgalami bully, kekerasan psikis, & diperlakukan diskriminatif oleh pihak sekolah, bahkan ditetlantarkan nasibnya. Pantaskah suatu kesalahan dijadikan penggambaran jati diri seseorang? Kata-kata bisa lebih menyakitkan daripada apapun secara fisik. Dengan intimidasi dan semua hal yang terjadi, pemilihan kata sangat penting. Hal utama adalah bagaimana Anda berbicara dengan orang lain, dan bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Sometimes I think the world forgets that as we get older.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.