Kabargolkar.com - Pasuruan - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) dan pemerintan memikirkan skenario untuk menghindarkan Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi virus corona (COVID-19).
Politikus Partai Golkar itu melontarkan idenya tentang pembentukan Badan Penyehatan Ekonomi Nasional untuk membantu perekonomian semua warga negara, mulai kalangan jelata hingga pengusaha kelas atas yang terimbas pandemi global tersebut.
Misbakhun menyampaikan hal itu dalam rapat virtual Komisi XI DPR dengan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (8/4/2020). Dalam rapat itu, mayoritas anggota Komisi XI DPR mengingatkan jajaran BI akan dampak ekonomi pandemi COVID-19 akan sangat besar dan lama.
Masalahnya, kata Misbakhun, saat ini yang terlihat justu belum ada kesepahaman di antara berbagai lembaga negara dalam melihat permasalahan dan cara mengatasinya. Misalnya soal kebijakan quantitative easing atau kelonggaran kuantitatif.
Menurut Misbakhun, jika memang pemerintah mau melakukan semacam quantitative easing seperti yang pernah dilakukan Jepang, Eropa dan AS, sebaiknya kebijakan itu dilaksanakan secara struktural demi mengelola resiko yang ada.
“Konsep quantitative easing yang disepakati oleh pemerintah dan BI itu seperti apa?” paparnya