KabarGOLKAR.com -Presiden China Xi Jinping tiba-tiba mengeluarkan perintah kepada para tentaranya untuk bersiap-siap perang. Meski demikian, pernyataan Xi itu tidak jelas ditujukan ke mana karena saat ini China tengah berkonflik dengan tiga negara, salah satunya India.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin meminta kedua negara untuk menahan diri terhadap situasi yang berkembang. Apalagi, kata Azis, beredar kabar jika peningkatan aktivitas militer kedua pihak sedang meningkat.
"China dan India perlu sama-sama menahan diri. China dan India perlu mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan tafsir di antara kedua belah pihak," ucap Azis dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).
Apalagi, kata dia, saat ini seluruh dunia tengah berperang melawan COVID-19. Sehingga, peran India dan China sebagai negara dengan ekonomi yang besar sangat dibutuhkan dalam kerja sama internasional.
"Peran India dan China, yang merupakan dua negara dengan ekonomi yang besar, dalam kerjasama Internasional dalam memerangi pandemi COVID-19 yang dibutuhkan demi kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan kemanusiaan," tuturnya.
Aziz menyebut, sesuai dengan prinsip Indonesia dan ASEAN, segala perseteruan sebaiknya diselesaikan dengan mekanisme damai dan dialog. Apalagi, India dan China merupakan mitra strategis ASEAN saat ini.
"India dan China merupakan sahabat baik Indonesia. Maka sebagai posisi Indonesia di Dewan Keamanan PBB, kita akan menyesalkan jika sampai ada perang yang sebenarnya tidak diperlukan di abad ke-21 ini," kata Azis.
"Hanya dengan kerjasama yang baik di kawasan Indo-Pacific, kita sebagai masyarakat Internasional akan mampu bahu membahu menanggulangi Covid-19 dan kembali ke ‘normal life’ dan bersama-sama memulihkan perekonomian global," pungkasnya.
Saat ini, hubungan China dengan India sudah berlangsung lama dan kembali memanas di wilayah perbatasan Landakh. Ketegangan tersebut berawal pada 5 Mei 2020, setelah 250 tentara dari India dan China terlibat bentrok.
Insiden lain juga terjadi saat tentara dari kedua belah pihak terlibat aksi baku hantam. Insiden itu terjadi di Sikkim, negara bagian timur laut India yang berbatasan dengan China. (Kumparan)