12 Juli 2020
Audiensi SMSI-DPR, Azis Syamsuddin: Penyatuan Perspektif dan Tone Pemberitaan Sulit Dilakukan
  Atop
  10 Juni 2020
  • Share :
Ketua Umum SMSI Firdaus dan sejumlah pengurus melakukan audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin

KabarGOLKAR.com - Rencana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) untuk menyatukan banyak perusahaan media online yang berbeda-beda akan mengadapi kesulitan dalam hal perspektif pemberitaan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia  (DPR RI), Aziz Syamsuddin, ketika menerima kunjungan audiensi pengurus SMSI yang merupakan organisasi perusahaan media siber terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 1000 perusahaan pers di seluruh provinsi di Tanah Air.

Menurut Azis, masalahnya adalah karena setiap perusahaan media, setiap wartawan dalam menulis berita punya perspektif masing-masing, punya sudut pandang yang berbeda-beda.

“Bagaimana ini menyatukannya. Ini sulit, harus ada langkah konsolidasi organisasi,” ujar Aziz Syamsuddin Selasa sore, (9/6/2020) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Kalau tidak bisa menyamakan perspektif, dikatakan Azis, paling tidak tone pemberitaan yang mestinya bisa disamakan. “Itu pun tone pemberitaan, akan mengalami gradasi yang berbeda-beda,” ungkap Aziz yang didampingi anggota DPR-RI lainnya, Bobby Adhityo Rizaldi, Dipo Nusantara dan Nur Yasin.

SMSI Optimis

Sebelumnya, mengawali audensi ketua AMSI Pusat Firdaus, yang didampingi H.M.Nasir, Junaidi, Andre Sumanegara, dan Teguh Idham Akbar, menjelaskan 1000 perusahaan online yang menjadi anggota SMSI akan disatukan dalam newsroom bersama. 

Menurut Firdaus, mereka (anggota SMSI) dapat saling memanfaatkan berita-berita yang ada dalam newsroom. Tetapi mereka juga punya kewajiban untuk mengirim berita ke newsroom bersama.

Ini kepentingan yang menguntungkan buat perusahaan-perusahaan media yang bergabung dengan newsroom bersama. Jadi yang disatukan bukan sudut pandangnya, bukan perspektifnya. Pasti sulit.

“Memang diharapkan setiap perusahaan media dan wartawannya mempunyai perspektif dan tone yang baik dalam pemberitaan, kalaupun memberi kritik, tentu kritik yang membangun, kritik yang mengingatkan,” kata Firdaus. (BD)

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.