kabargolkar.com - Dalam Rapat Komisi VII DPR RI bersama dengan Dirut PT PLN Zulkifli Zaini, anggota DPR RI dan Ketua DPD I Golkar Kaltim H. Rudy Mas'ud, SE, ME (HARUM) menyampaikan beberapa point penting yang berkaitan dengan permasalah yang terjadi terhadap masyarakat khususnya di wilayah Kalimantan Timur, antara lain mendesak agar PT PLN segera menyelesaikan permasalahan terkait elektrosifikasi yang mana masih banyak sekali daerah di wilayah Kalimantan Timur khususnya di Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur dan beberapa wilayah lain yang belum mendapatkan aliran listrik secara penuh.
HARUM mengingatkan bahwa Kalimantan Timur banyak menghasilkan batu bara, tapi masih banyak daerahnya belum teraliri listrik. Ia menyebutkan 60 persen batu bara di Indonesia berasal dari Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur.
HARUM juga menyoroti jika daerah yang lebih maju seperti Jakarta bisa mengalami putus listrik (blackout), maka daerah yang kurang maju akan lebih miris situasinya.
HARUM mempertanyakan PT PLN masuk ke usaha hulu batu bara. Menurutnya PT PLN akan kurang fokus dengan core business-nya selama ini dan bisa saja memperkecil peran dari BUMN pertambangan.
Menurut HARUM, PT PLN juga harus mendiversifikasi sumber listriknya agar lebih ramah lingkungan sehingga sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup.
Terakhir, HARUM menyoroti masalah oversupply listrik yang dialami oleh PT PLN sehingga mungkin PT PLN harus mematikan beberapa pembangkit. HARUM berharap yang dimatikan adalah pembangkit milik swasta (IPP, Independent Power Producer).