18 April 2021
Tagihan Listrik Meroket, HARUM Nilai PLN Perlu Perbaiki Komunikasi ke Pelanggan
 
  17 Juni 2020
  • Share :
Anggota Komisi VII DPR dan Ketua DPD I Golkar Kaltim HARUM (H. Rudy Mas'ud, SE)

kabargolkar.com - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Golkar, H. Rudy Mas'ud, SE atau HARUM menilai komunikasi PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN ke pelanggan masih sangat buruk. Hal ini tercermin dari ramainya keluhan mengenai lonjakan tagihan listrik di masa pandemi.

"Ini menjadi isu di tengah-tengah masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu terkait lonjakan tagihan listrik yang menurut mereka adalah tarif dasar listrik ada kenaikan, padahal tidak," kata HARUM dalam RDP Komisi VII DPR dengan Direktur Utama PLN hari ini, Rabu (17/6).

"Menurut saya keterbukaan PLN masih sangat kurang dan kurangnya cara komunikasi pada pelanggan sehingga ada kenaikan tagihan listrik ini," tambah HARUM.

"Ini menunjukkan bahwa tata tertib dan keterbukaan PLN ini masih sangat kurang," sambungnya.

Menurut HARUM, komunikasi dari PLN kepada pelanggan yang kurang efektif ini, membawa rentetan panjang di masyarakat. Seperti salah satu permasalahan pelanggan yang disebutkannya sampai bunuh diri karena tagihan listriknya naik. Sementara pelanggan tersebut merasa beban (keuangan) sebelumnya sudah cukup berat.

"Di dalam kegiatan mensosialisasikan, apakah itu melalui media massa, apakah itu melalui sosial media, sehingga di suasana penting ini menjadi seolah-olah PLN ini tidak lagi berpihak pada masyarakat kecil," ujar HARUM.

Untuk itu, dia menyarankan PLN untuk berbenah, khususnya dalam hal komunikasi dengan pelanggannya, dan mengingatkan agar jangan sampai permasalahan semakin larut baru memberikan reaksi.

"Saya harap PLN ini tidak sibuk mengurus organisasinya saja, tapi yang utama adalah komunikasi kepada dengan pelanggan ini jangan seperti pemadam kebakaran, nanti ribut baru ditangani," pungkas HARUM.

Komentar
Tulis Komentar
Kode Acak
Menyajikan berita terhangat dan terpercaya langsung melalui handphone anda
© 2020 Kabar Golkar. All Rights Reserved.