Kabar Golkar

Maman Abdurrahman Tak Setuju Kuota LPG 3 kg Dipangkas

Oleh · · Kabar Parlemen

Anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman
Anggota Komisi VII DPR Maman Abdurrahman

"Realisasi sampai Juli 2020 ini sudah 4,1 juta MT. Dengan adanya COVID-19 ini, akan bertambah. Tadi ada yang mengatakan 8 juta MT. Hasil raker kita 7,8 juta MT. Kan masuk akal. Kembalikan lah kesepakatan kita di 29 Juni itu," ucap Gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2018 tersebut.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP Adian Napitupulu juga keberatan dengan pengurangan kuota LPG 3 kg dalam nota keuangan RAPBN 2021 yang dibacakan Sri Mulyani. Sebab, dengan adanya wabah virus corona, angka kemiskinan tahun depan akan naik.

Prediksi pemerintah, kemiskinan akan naik 9,8 persen. Begitu pun jumlah orang PHK juga akan naik. Adian berpandangan, dengan pengurangan LPG 3 kg dalam RAPBN 2021 ini menunjukkan pemerintah tidak yakin dengan angka-angka kemiskinan yang diprediksinya sendiri. Adian mengatakan, kalau kemiskinan meningkat berdasarkan hitungan pemerintah, harusnya subsidi LPG 3 kg naik 10 persen.

"Nah, saya tidak mengerti kita melewati situasi ini bahkan akan krisis nanti, tapi kita tidak konsisten antara kalkulasi dan solusi. Kemiskinan naik sekian, tapi subsidi enggak ditambah. Kenapa pemerintah sendiri ragu sama angkanya? Kalau dia percaya dengan angka yang dia hitung, harusnya enggak 7,5 juta MT, minimal 7,8 juta MT atau 7,9 jt MT," ujar Adian.

Sebelumnya, dalam raker ini, Arifin memaparkan bahwa kuota LPG 3 kg subsidi pada 2020 sebesar 7 juta MT. Realisasi hingga Juli 2020 mencapai 4,1 juta MT dan proyeksi hingga akhir tahun 7 juta MT.

"Berdasarkan raker 29 Juni 2020, kuota volume 2021 disepakati 7,5 sampai 7,8 juta metrik ton. Sedangkan dalam Nota Keuangan RAPBN ditetapkan 7 juta metrik ton," ujar Arifin dalam sesi pemaparan. [kumparan]