"Nah, saya tidak mengerti kita melewati situasi ini bahkan akan krisis nanti, tapi kita tidak konsisten antara kalkulasi dan solusi. Kemiskinan naik sekian, tapi subsidi enggak ditambah. Kenapa pemerintah sendiri ragu sama angkanya? Kalau dia percaya dengan angka yang dia hitung, harusnya enggak 7,5 juta MT, minimal 7,8 juta MT atau 7,9 jt MT," ujar Adian.
Sebelumnya, dalam raker ini, Arifin memaparkan bahwa kuota LPG 3 kg subsidi pada 2020 sebesar 7 juta MT. Realisasi hingga Juli 2020 mencapai 4,1 juta MT dan proyeksi hingga akhir tahun 7 juta MT.
"Berdasarkan raker 29 Juni 2020, kuota volume 2021 disepakati 7,5 sampai 7,8 juta metrik ton. Sedangkan dalam Nota Keuangan RAPBN ditetapkan 7 juta metrik ton," ujar Arifin dalam sesi pemaparan. [kumparan]