"Terjadi kerusakan pada peralatan untuk memberikan imbauan. Suaranya tidak keluar. Kemudian coba lagi, tapi tidak bisa sehingga kembali ke markas di Polda," kata Laode saat dihubungi detikcom, Selasa (29/9).
Laode juga menjelaskan terbangnya helikopter tersebut memang rutin dalam rangka melakukan pantauan udara. Namun, dia menegaskan, manuver sang pilot terbang rendah di atas massa aksi tidak diketahui Kapolda Sultra.
"Terbangnya sejak Kamis itu diketahui pimpinan, hanya saja tindakan diskresi yang dilakukan saat itu (terbang rendah untuk memberikan imbauan) tidak dilaporkan ke kendali operasi, harusnya semua tindakan itu dilaporkan," sebutnya.