Kabargolkar.com - Pasca datangnya vaksin dari Sinovac sebanyak 3 juta dosis serta penandatangan kontrak dengan 3 jenis vaksin lainnya, Novavax, Astrazeneca dan Pfizer, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah ditunggu oleh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta BPOM mempercepat pemberian izin penggunaan darurat vaksin Sinovac, jika semua persyaratan sudah dipenuhi. Apalagi uji klinik tahap 3 yang dilakukan UNPAD kabarnya sudah rampung.
“Uji klinik tahap 3 vaksin Sinovac di Turki dan Brazil sudah selesai dengan tingkat efikasi 50-90 persen. Ini sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh WHO sehingga aman untuk digunakan. Apalagi BPOM mempunyai otoritas menggunakan emergency use authorization,” terang Yahya di Jakarta.
Politisi senior Golkar tersebut mengingatkan pemerintah untuk menjaga kualitas vaksin mulai dari produksi, distribusi sampai pengunaan vaksin untuk masyarakat. Hal ini penting agar efektivitas vaksin benar-benar dapat dijamin.
“Jangan sampai vaksin yang digunakan untuk masyarakat ada yang rusak atau berubah kualitasnya. Selain aman dari segi distribusi juga aman waktu penyimpanannya. Sehingga vaksinasi memberikan dampak yang signifikan untuk mencegah covid-19,” jelas Yahya Zaini lewat keterangan tertulisanya, Selasa (5/1/2020).
Selain itu, lanjut Yahya, pemerintah diminta untuk melakukan sosialisasi secara intensif dan massif dengan menggunakan berbagai platform media serta melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Karena masih ada sekitar 30 persen masyarakat yang ragu dan menolak untuk menerima vaksinasi.
“Kami dari Komisi IX DPR RI akan terus mengawasi dengan cermat proses pengadaan vaksin serta pelaksanaan vaksinasi agar berjalan dengan baik dan tepat sasaran sehingga bisa mencegah penularan virus covid-19. Apalagi hal tersebut membutuhkan anggaran sampai ratusan triliun rupiah,” pungkas anggota DPR dari Dapil Jawa Timur VIII tersebut.
Diketahui, pemerintah telah mendistribusikan Vaksin Sinovac melalui Biofarma ke 34 Proviinsi dengan cold chain 2-8 derajat celcius. Pemerintah juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan sebagai vaksinator, alat kesehatan yang dibutuhkan serta rumah sakit dan puskesman sebagai tempat vaksinasi.