Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Presiden Jokowi Gagas LPI, Legislator Golkar Mukhamad Misbakhun Ingatkan Menkeu Tak Gulirkan Disinsentif
  Nyoman Suardhika   02 Februari 2021
Credit Photo / Lintas Parlemen

Kabargolkar.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang tengah menyiapkan rancangan peraturan pemerintah (RPP) tentang insentif perpajakan bagi mitra Lembaga Pengelola Investasi (LPI) tidak membuat kebijakan yang justru kontraproduktif.

Misbakhun khawatir perbedaan perlakuan bidang perpajakan sebagai insentif bagi mitra LPI bakal menjadi disinsentif.

Misbakhun menyatakan bahwa dirinya mendukung penuh pembentukan LPI sebagai amanat Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

"LPI ini kita berikan fasilitas atau karpet merah, full dari sisi perizinan, perpajakan dan fasilitas lain," kata Misbakhun, Selasa (2/2/2021).

Namun, dia menegaskan insentif itu harus benar-benar memberikan manfaat bagi investasi asing atau foreign direct investment (FDI).

Misbakhun mewanti-wanti agar insentif itu tidak menjadi hal mubazir yang tak terpakai.

"Kalau belum memberikan manfaat bagi FDI, saya khawatir ini hanya akan jadi fasilitas yang tidak pernah dimanfaatkan," Ujar Sekretaris Depinas SOKSI tersebut.

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) itu menilai, mitra LPI akan memperoleh fasilitas berlebih.

Menurutnya, hal itu akan membuat FDI yang bermitra dengan sesama swasta bakal menganggap insentif untuk partner LPI sebagai disinsentif. 

"Orang akan membandingkan kalau dia berpartner dengan swasta tak dapat fasilitas sebanding dengan LPI, ini akan menjadi disinsentif. Ini mengkhawatirkan bagi saya," ucapnya.

Namun, Misbakhun menegaskan bahwa dirinya mendukung LPI sebagai buah gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang tentang sovereign wealth fund (SWF) ala Indonesia.

Oleh karena itu, katanya, LPI harus memperoleh dukungan secara poltiik dan regulasi.

"Bagaimanapun juga SWF ini keinginan Presiden, harus diberikan dukuangan sepenuhnya baik politik, regulasi dan lainnya," katanya.

Misbakhun berharap, adanya kodifikasi insentif perpajakan.

Sebab, saat ini insentif perpajakan bertebaran baik di Undang-Undang (UU) Pajak Penghasilan, UU Pajak Pertambahan Nilai,  Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), dan regulasi lainnya.

"Ini yang harus diperhatikan sehingga dengan kodifikasi bisa menyatu di satu tempat," pungkasnya.



Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.