Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Mukhamad Misbakhun: Tax Amnesty Upaya Konkret Jokowi Atasi Kegagalan Menkeu Tarik Penerimaan Pajak
  Nyoman Suardhika   04 Juni 2021
Credit Photo / Istimewa

Kabargolkar.com - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa Tax Amnesty Jilid II sebagai upaya konkret pemerintah untuk mengatasi kegagalan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam menaikkan tax ratio atau menarik penerimaan pajak.

"Inilah yang harus didiskusikan bersama karena apa? Gagasan Presiden Jokowi untuk melakukan Tax Amnesty adalah solusi konkret untuk mengatasi kegagalan Menkeu menaikkan tax ratio. Kegagalan menkeu menaikkan penerimaan pajak," tegasnya, Kamis (3/6/2021). 

Meskipun Tax Amnesty Jilid II  kontroversial, Misbakhun menyebutkan bahwa kebijakan tersebut sebagai upaya konkret diantara dua pilihan yakni menambah utang atau melalui Tax Amnesty atau pengampunan pajak ini.

Ia pun menilai, apabila pemerintah masih konsisten dengan mekanisme Tax Amnesty Jilid I yakni memberlakukan tarif tebusan 2 sampai 5% maka akan mampu menarik orang. 

" Tapi kalau tarif diubah dan mekanisme menjadi lebih rumit dibuatnya oleh Kemenkeu, maka saya yakin Tax Amnesty ini hanya akan menjadi slogan tapi tidak diminati orang karena tarifnya terlalu mahal. Kemudian mekanismenya rumit dan kemudian tidak narik orang karena mekanismenya sulit diimplementasikan," papar Misbakhun.

Dalam kesempatan itu, Misbakhun juga mengkritik ide Bendahara Negara yang berencana menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Menurutnya ide tersebut sangat berbahaya. 

"Saya selalu sampaikan bahwa ini adalah kegagalan Menkeu. Bahkan mengeluarkan ide yang sangat kontroversial disaat ekonomi sedang menghadapi tantangan konstraksi yang begitu berat, mengeluarkan ide menaikkan PPN itukan sangat berbahaya dan itu memberikan signal yang negatif kepada ekonomi," serunya.

Sebagai informasi, sebelumnya Misbakhun menilai rencana kenaikan PPN untuk menarik penerimaan negara sama halnya seperti era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau yang biasa disebut kompeni. 

Ia pun mengaku heran mengapa seorang Menteri Keuangan menjadikan cara kompeni sebagai referensi yang hendak ditiru. Oleh karena itu, pihaknya  menyebut bahwa jajaran Kemenkeu sudah kehilangan akal sehat dan kreativitas untuk menggenjot penerimaan, sampai rencana kebijakan ini muncul.

Padahal patut dipahami, risiko ekonomi dan politik yang ditimbulkan sangat besar. Meskipun direncanakan PPN menggunakan skema dua tarif.

" PPN ini multi tarif akan menjadi beban bagi wajib pajak karena mengadministrasikan transaksi yang ada di para pemungut pajak yaitu wajib pajak karena menjalankan kewajiban menurut UU," jelas Misbakhun. [Akurat]

 

 

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.