Selama Pandemi COVID-19, Misbakhun Ungkap Insentif Pajak di Jawa Timur Kurang Optimal
Kabargolkar.com - Kondisi perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19 serta menurunnya kepatuhan penyampaian dan penyetoran pajak selama masa pandemi mengakibatkan realisasi pajak tahun 2020 di Provinsi Jawa Timur tidak mencapai target.
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai, situasi Covid-19 ini memberikan pukulan yang kuat terhadap dunia usaha karena situasi makro saat ini juga menghadapi tekanan yang berat.
Sekjen DEPINAS SOKSI ini mengatakan, hal ini semakin dipersulit dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang memiliki konsekuensi terkoreksinya penerimaan pajak.
Seharusnya, menurut Misbakhun, yang menjadi fokus adalah seberapa besar upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan pajak di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih akibat pandemi.
“Yang utama adalah seberapa kuat koreksi itu masih tetap diupayakan penerimaan pajak yang optimal. Nah kita tidak boleh menjadi sangat represif terhadap penerimaan pajak karena ini adalah konsekuensinya” terang Misbakhun dikutip dari berita Parlemen, Rabu (17/2/2021).
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pemberian insentif perpajakan dalam rangka pemulihan ekonomi kepada dunia usaha harus bisa berdampak pada dunia usaha agar tetap tumbuh dan memberikan kontribusi di masa sulit seperti ini.
“Inilah yang sulit pilihan-pilihan yang sulit yang harus dilakukan pemerintah. Kita bisa memahami terhadap turunnya peneriman itu tetapi insentif itu juga memberikan dampak terhadap putaran dunia usaha, sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang akan datang” jelasnya.
Dia mengungkapkan bahwa, pihaknya belum melihat efektivitas insentif pajak yang diberikan pemerintah. Menurutnya, situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melihat dampak insentif perpajakan.
Selain itu, Misbakhun juga melihat, tidak semua pengusaha memanfaatkan insentif perpajakan karena diantaranya sudah terlanjur mem-PHK karyawan ataupun menutup usahanya.
“Jadi pandemi harus diselesaikan terlebih dahulu. Karena semua orangkan dari PPKM atau PSBB itu memberikan dampak terhadap ekonomi secara keseluruhan. Ya karena PPKM itu, aktivitasnya bisnisnya juga mulai dibatasi, aktivitas masyarakat juga dibatasi. Ada juga aturan work from home, itu yang membuat situasinya tidak semudah yang kita perkiraan” ujarnya.
Dia berharap, melalui program vaksinasi Covid-19 yang didukung dengan kontrol yang tepat dari pemerintah dapat segera mengatasi pandemi Covid-19.
"Dengan teratasinya pandemi, aktivitas masyarakat bisa berjalan dan bisnis bisa beroperasi dengan baik, maka ekonomi pun dapat mulai tumbuh kembali," pungkasnya.
SOKSI NEWS