Kabargolkar.com - Peran perempuan di era saat ini tidak dapat dipandang sebelah
mata, perempuan dapat berperan dimanapun tempat yang mereka inginkan.
Bahkan di dunia politik partisipasi perempuan di panggung tidak bisa dipandang sebelah mata. Buktinya keterlibatan perempuan telah dilindungi oleh undang-undang dan Indonesia sendiri telah menerapkan peraturan kuota 30 persen untuk keterwakilan perempuan dalam politik.
Anggota DPR RI Fraksi Golkar Partai Golkar Hj Itje Siti Dewi Kuraesin S.Sos MM mengajak perempuan-perempuan untuk berani dalam mengambil peran di dunia politik. Lewat kegiatan reses yang dihadiri oleh aktivis dan kader golkar yang didominasi kaum perempuan ini, Politisi Partai Golkar mengajak semua perempuan layak sebagai pemimpin cuman terkadang kesiapan perempuan yang masih kurang.
Hal tersebut bisa dikarenakan terbentur dengan beberapa faktor seperti sosial budaya, tafsir agama, lingkungan yang masih melekat di masyakarat. Oleh karena itu menurut Hj Itje Siti Dewi Kuraesin SSos MM perempuan harus mempersiapkan kemampuan, tekad dan semangat untuk mengambil peran besar di segala bidang, termasuk politik.
"Kepada seluruh perempuan, khususnya kaum milenial untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Di era demokrasi ini, perempuan tidak boleh lagi memposisikan diri sebagai kaum nomor dua setelah laki-laki. Sebagai makhluk sosial, perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.
"Sudah waktunya perempuan diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kelayakan diri dan kredibilitas untuk berperan lebih demi kebaikan Bangsa dan Negara," Ungkapnya Rabu (17/2/2021).
Ia juga menambahkan, perempuan hebat yang saling mendukung satu sama lain dapat mendorong terciptanya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada perempuan dan perempuan bukan hanya tiang dalam keluarga, tetapi juga penggerak sekaligus penentu dalam seluruh sektor kehidupan. Baik masa kini ataupun masa depan.
Bahkan sebagai salah satu politisi dari kaum perempuan, Hj Itje Siti Dewi Kuraesin menambahkan sosok perempuan tidak mau hanya dipandang sebagai manusia yang memiliki tugas di wilayah domestik saja, seperti kasur, sumur dan dapur. Perempuan juga punya hak untuk berperan di sektor kehidupan lain, seperti halnya laki-laki.
Begitu juga di dunia politik, kata dia, pemerintah telah memberikan jawaban atas pandangannya tersebut. Di mana, Partai Politik diwajibkan untuk memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusannya dan kuota 30 persen Caleg perempuan.
Dirinya berharap kebijakan tersebut dipatuhi oleh seluruh Partai Politik peserta Pemilu dengan memperhatikan regenerasi kader perempuannya dan dapat mendorong minat perempuan untuk terjun ke dunia politik.
"Jadi harapannya kebijakan tersebut tidak hanya diterapkan sebagai penggugur kewajiban bagi Partai Politik. Tetapi benar-benar dipandang sebagai semangat keberpihakan terhadap kesetaraan gender, Mari kita tingkatkan dan tunjukkan kualitas diri kita masing-masing.
Tambahnya.
Dihubungi secara terpisah, Ketua DPD Golkar Majalengka H Asep Eka Mulyana,SP menyambut baik kegiatan reses dan sosialisasi yang digelar Anggota DPRRI, Ibu Hj Itje Siti Dewi Kuraesin, S.Sos, MM.
"Kami berterima kasih kepada Ibu Itje yang dalam reses dan sosialisasi empat pilar kali ini mengkhususkan kader perempuan (gender)