Hal itu, dapat dilihat dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 11 tajun 2020 tentang Cipta Kerja.
"UU Cipta Kerja memberikan keleluasaan bagi siapa pun untuk mengembangkan kemandirian, mempermudah izin usaha, hingga memberikan kepastian hukum sampai memberikan insentif. Regulasi telah menguatkan, tinggal kerja keras kita merealisasikan tujuan," ucapnya.
Menurut politikus Partai Golkar itu, Presiden Jokowi ingin semua aspek matang dalam mempersiapkan peta jalan untuk mengimplementasikan Making Indonesia 4.0. "Penekanannya adalah upaya mendorong ruang investasi yang lebih besar pasca UU Cipta Kerja disahkan," tutur Azis.
Terlepas dari itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini juga berharap, Presiden Jokowi dapat memprioritaskan sejumlah aspek penting disamping investasi. Pertama, penguatan SDM sebagai kebutuhan era industri 4.0 dan bonus demografi.
Kedua menempatkan sosok yang mampu mengadvokasi isu-isu demokrasi, hukum dan pemberdayaan sosial ekonomi. Ketiga, menempatkan sosok yang lebih luwes dalam bidang komunikasi politik terhadap rakyat.
"Menyiapkan SDM handal menjadi tantangan di depan mata. Publik sudah bicara soal big data, artificial intelligence, internet of things. Ini mendukung kemandirian invidu dalam kerangkan negara yang lebih maju," papar Azis.
"Sulit rasanya, jika kita melepas potensi yang ada tanpa dibarengi dengan SDM unggul," lanjutnya.
Kabar kocok ulang kabinet berembus kencang setelah Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menyebut, Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Dia memprediksi reshuffle besar kemungkinan akan dilakukan pada pekan ini.


-(90-x-10-cm)_20260319_052631_0000.png)


.jpg)
_20251106_112813_0000.gif)