kabargolkar.com, JAKARTA - Tepat satu minggu sudah vaksin Nusantara disuntikan kepada sejumlah relawan yang terdiri dari anggota DPR dan politikus. Mereka mengajukan diri berpartisipasi dalam penelitian vaksin berbasis sel dendritik itu.
Lantas, bagaimana kondisi para relawan vaksin Nusantara tersebut?
Salah seorang yang menerima vaksin itu adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melki Laka Lena. Ia mengatakan, hingga satu minggu pasca-penyuntikan dirinya tidak merasakan efek samping maupun gangguan kesehatan.
“Sejauh ini saya dan semua relawan yg bareng divaksin kemarin semuanya sehat dan tidak ada efek samping,” ujar Melki dihubungi Limapagi, Kamis 29 April 2021.
Para penerima vaksin Nusantara, kata Melki, dibekali catatan dan kontak tim medis jika mengalami gangguan kesehatan pasca-penyuntikan. Sehingga, kondisi mereka terpantau dan dimonitoring dengan baik.
“Semua dikasih catatan dan bisa kontak RSPAD kalau ada sesuatu,” tambahnya.
Senada dengan Melki, anggota Komisi IX DPR Nihayatul Wafiro juga mengaku kesehatannya stabil dan tidak mengalami keluhan pasca-disuntik vaksin Nusantara. “Baik-baik saja, sejak awal tanpa keluhan,” kata Wasekjen PKB tersebut dalam pesan singkatnya kepada Limapagi.
Mereka juga dijadwalkan melakukan pengecekan kesehatan setelah dua minggu dari waktu penyuntikan, yakni pada Kamis 6 Mei 2021.
Sementara itu, dari hasil temuan BPOM berdasarkan hasil uji klinik fase I vaksin Nusantara, banyak dari para relawan yang mengalami keluhan efek samping pasca-penyuntikan.
Pada uji fase I sebanyak 20 dari 28 subjek mengalami kejadian tidak diinginkan (KTD) pasca penyuntikan, walau KTD yang dilaporkan masuk dalam grade 1 dan 2 atau efek samping ringan hingga sedang.
Namun, ada 6 subjek penelitian yang mengalami kejadian tidak diinginkan grade 3 (berat). Yakni, 1 subjek mengalami hipernatremi atau kadar natrium terlalu tinggi dalam darah.
Sebanyak 2 subjek mengalami Blood Urea Netrogen (BUN) atau ditemukannya jumlah urea nitrogen dalam darah. Serta, 3 subjek mengalami peningkatan kolesterol.