Kabargolkar.com - Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) pada Selasa (18/5/2021) kemarin, sejumlah anggota Komisi I DPR menangkap bahwa adanya upaya politisasi tragedi kemanusiaan di Palestina sebagai isu agama, yakni Islam dan non-Islam.
Untuk itu, Komisi I DPR meminta agar pemerintah proaktif menjelaskan ke publik mengenai tragedi di Palestina. Legislator Golkar di komisi ini, Nurul Arifin menjelaskan pemerintah perlu untuk terus-menerus memberi penjelasan kepada publik bahwa perang yang terjadi di Palestina bukan perang agama. Pemerintah melalui Kemlu juga diharapkan memberikan pendidikan politik kepada publik terkait situasi sebenarnya di Palestina.
"Pemerintah harus berani mengatakan hal-hal objektif tentang posisi kedua negara dan perkembangan situasi yang sebenarnya. Karena ini dipolitisasi dan dikapitalisasi oleh publik kita, which is ini bukan alasan yang sebenarnya. Selanjutnya, saya harap bantuan-bantuan yang dikumpulkan pemerintah Indonesia untuk Palestina betul-betul jatuh kepada tangan yang berhak," tegas Wakil Ketia Umum Partai Golkar ini.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama PM Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam telah sepakat untuk mengeluarkan Joint Statement atau pernyataan bersama terkait aneksasi wilayah Palestina oleh Israel tersebut. Bahkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) juga sempat menyampaikan kecaman keras terhadap seluruh tindakan yang dilakukan Israel dalam pertemuan setingkat menteri negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada16 Mei lalu.
Direktur Jenderal (Dirjen) Kerja Sama Multilateral Kemenlu Febrian Alphyanto Ruddyard memaparkan, berbagai upaya diplomasi yang telah ditempuh Indonesia terkait isu Palestina. Pemerintah juga telah menyampaikan kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan Israel, termasuk penghancuran secara ilegal pemukiman di Syekh Jarrah, tepi Barat Palestina, baru-baru ini.
"Pada tataran bilateral, Indonesia telah melakukan pendekatan kepada negara-negara untuk mengupayakan penghentian kekerasan. Indonesia terus berikan tekanan kepada Israel melalui berbagai forum dunia, baik PBB, OKI maupun dengan like-minded countries," kata Febrian dalam RDP.