Untuk itu, kata dia, optimalisasi pendapatan, penguatan spending better dan inovasi pembiayaan serta menejemen utang yang aman dan terkendali, menjadi kunci dalam rangka konsolidasi kebijakan fiskal yang efektif, hati-hati dan berkelanjutan.
Dengan demikian, diharapkan road map yang sudah direncanakan pada APBN 2022 diharapkan bisa tercapai dengan baik. Dimana, keseimbangan primer akan berada di kisaran -2,31 hingga -2,65 persen dari PDB.
"Dan defisit bisa semakin mengecil ke minus 4,51 hingga minus 4,85 persen dari PDB. Rasio utang tetap terkendali di kisaran 43,76 hingga 44,28 persen dari PDB," pungkasnya.