Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Robert J. Kardinal mendorong pemerintah untuk memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan di kawasan Papua dan Maluku.
Bendahara Umum DEPINAS SOKSI ini merasa dua kawasan tersebut tidak tergarap dengan baik, dan telah mati suri akibat tidak ada sentuhan dari pemerintah pusat.
"Sektor kelautan di kawasan Indonesia Timur khususnya Papua dan Maluku selama ini mati suri selama 7 tahun. Nelayan bertahan secara auto pilot lantaran kementerian tidak punya rencana yang baik dalam memajukan kawasan ini," kata Robert dalam keterangannya seperti yang kami lansir dari laman SOKSINEWS.COM, Rabu (28/7/2021).
Robert yang merupakan politisi daerah pemilihan Papua Barat ini mengungkapkan, potensi kelautan dan perikanan di kawasan paling timur Indonesia ini sangat luar biasa.
"Khususnya untuk ekspor. Sayangnya, di era pemerintahan Joko Widodo ini tidak terjamah dengan baik," ujar Robert.
Bahkan, sejak era Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menurut Robert, kesejahteraan nelayan di Papua melorot tajam.
"Karena banyak izin kapal tangkap ikan disetop. Pemerintah malah cenderung mempersulit ijin baik kapal tangkap muatan kecil maupun besar untuk bisa beroperasi," ungap Robert.
"Tidak ada pendampingan juga bagi pelaku budidaya laut. Akhirnya nelayan berjuang sendiri. Sehingga tidak ada perkembangan apa-apa," sambungnya.
Oleh sebab itu, ia berharap kepada Pemerintah agar mampu memperdulikan sektor kelautan dan perikanan di Maluku dan Papua.
"Ini terjadi lantaran Menteri Kelautan dan Perikanan yang sebelumnya maupun sekarang tidak memiliki program nyata dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Sementara Papua, Maluku dan kawasan sekitarnya memiliki potensi laut dan perikanan yang luar biasa utamanya Tuna," tutup Robert.