Kabargolkar.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco menyindir fraksi-fraksi yang mengajukan interpelasi menolak penyelenggaraan Formula E pada 2022 mendatang.
Basri menilai pengajuan interpelasi Formula E hanya sekadar guyonan. Padahal, pengajuan interpelasi sudah ditandatangni 33 anggota dewan dari fraksi PDIP dan PSI.
"Biasa aja. Lucu-lucuan saja sih itu," kata Baco di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (25/8/2021).
Baco tidak tertarik menandatangani pengajuan interpelasi Formula E yang digagas PSI. Dia menegaskan Partai Golkar memiliki prinsip, yakni mengutamakan kewajiban sebelum menuntut hak.
Baco menuturkan, pekerjaan anggota dewan banyak yang belum tuntas. Dia menyarankan anggota dewan menyelesaikan tupoksinya ketimbang menggulirkan interpelasi.
"Kalau Golkar gini, kalau ada kewajiban dan hak, maka yang harus didahulukan adalah kewajiban. Interpelasi itu hak, sementara kewajiban dewan itu masih banyak yang tertunda. Contoh hari ini Rapimgab, dari pagi jam 10 sampai sekarang belum mulai-mulai. Itu kan kewajiban kita, tapi teman-teman malah sibuk urusan interpelasi," sindirnya.
Baco mengatakan, pengajuan interpelasi Formula E berlebihan. Dia menyarankan anggota dewan yang keberatan dengan gelaran Formula E mencari cara lain untuk menyampaikan aspirasinya.
"Apa enggan ada cara lain? Apa kurang kerjaan? Apa semua kewajiban dewan sudah terlaksana? Kalau interpelasi berapa lama selesainya? Apalagi rakyat lagi nunggu-nunggu, kalau Golkar lihatnya gitu," tegasnya.
Baco menegaskan, Fraksi Partai Golkar berdiri di belakang Gubernur Anies Baswedan.
"Golkar sudah pasti tidak ikut dalam interpelasi. Karena hanya nambah kerjaan dan buang-buang waktu. Bukan itu yang diharapkan masyarakat sekarang. Lebih baik kita bersatu untuk membangun dan memperbaiki situasi yang terjadi hari ini terhadap masyarakat," tuntasnya.
Sebelumnya, Interpelasi Formula E yang bergulir di DPRD DKI Jakarta telah disepakati sebanyak 33 anggota Dewan yang terdiri dari seluruh anggota fraksi PSI sebanyak 8 kursi dan fraksi PDIP yang terdiri dari daro 25 kursi.