Kabargolkar.com - Anggota Komisi III DPR RI, Andi Rio Idris Padjalangi mengapresiasi Polda Sulawesi Selatan yang berhasil menggagalkan peredaran 40 kilogram sabu dan 4.000 butir pil ekstasi di sebuah hotel, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
"Saya mengapresiasi Polda Sulsel dalam mengungkap kasus narkoba tersebut, jangan sampai Sulsel menjadi surga bagi bandar narkoba jaringan Internasional," kata Andi Rio dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2021.
Andi Rio mengaku prihatin dengan peredaran narkoba di Sulsel, terutama setelah aparat kepolisian mengungkap kasus narkoba skala besar, seperti di Bone dan Kota Makassar.
Ia meminta Polda Sulsel dapat melakukan pengembangan lebih lanjut agar jangan sampai barang haram tersebut telah beredar di provinsi ini.
"Dampak yang diakibatkan sangat berbahaya dan dapat merusak generasi muda di Sulawesi Selatan ke depannya. Aparat harus menelusuri terhadap jaringan bandar narkoba hingga ke akar-akarnya karena narkoba sangat berbahaya dan dampaknya dapat mengakibatkan kematian," ujarnya Kamis 26 Agustus 2021.
Ia juga mengaku prihatin dengan meningkatnya peredaran narkoba di tengah pandemi Covid-19 sehingga aparat kepolisian dapat lebih sigap dan mewaspadai jalur rawan peredaran narkoba.
Menurut dia, kepolisian harus bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait untuk mengungkap dan menangkap jaringan narkoba yang masuk ke Indonesia.
"Peredaran narkoba makin tinggi, ini bukti bahwa ancaman narkoba sudah nyata di Sulsel. Berbagai cara dilakukan bagi para bandar narkoba untuk mengelabui petugas di lapangan agar lolos membawa barang haram masuk ke Indonesia," katanya.
Politikus Partai Golkar itu meminta Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai untuk saling sinergi dan sigap di pintu-pintu masuk barang dan jasa di wilayah darat, laut, dan udara.
Sebelumnya, Tim Direktorat Narkotika Polda Sulsel menangkap dua terduga pengedar narkoba dengan barang bukti 40 kilogram sabu, beserta 4 ribu butir pil ekstasi di Makassar. (antaranews.com).