Kabargolkar.com - Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah segera mengambil langkah diplomasi menyikapi kerja sama Australia, Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS). Menurutnya, keberadaan pakta kerja sama kapal selam bertenaga nuklir tersebut akan membawa pengaruh pada keamanan dan stabilitas di Kawasan ASEAN.
“Komunikasi dengan para Dubes dan Menlu ASEAN di Jakarta sudah sejauh mana, karena agak sedikit mengangetkan keluar statement dari Menlu Filipina mendukung keberadaan pakta AUKUS," ungkap Dave dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar beserta jajaran di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).
Ia mengatakan, saat ini Indonesia dan Filipina berbeda sikap dalam menanggapi kesepakatan pertahanan baru antara Australia, Inggris dan Amerika Serikat. Menurut Filipina, kesepakatan trilateral itu akan membantu menjaga keseimbangan dan meredam hegemoni China di kawasan Indo-Pasifik. Sementara, negara-negara di Asia Timur, seperti Jepang dan Korea terang - terangan menolak penggunaan senjata nuklir.
“Jangan sampai terjadinya ketidakkompakan antara kita sesama ASEAN, justru malah memudahkan dan mempercepat, bahkan mengulang kembali mimpi buruk di tahun 1950-an, yaitu Perang Dingin yang bisa dikatakan Uni Soviet memback up China lawan Australia yang diback up Amerika," kata Dave.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu menilai, ASEAN perlu menyerukan sikap kolektif untuk mengantisipasi perseteruan antara China dan AUKUS di kawasan Indo-Pasifik. "Sebab, ini pasti akan menimbulkan kekacauan dan dampak pada diplomasi ataupun perdagangan di wilayah Asean," jelasnya.
Terkait hal ini, Dave juga mendorong pemerintah terus mencari ruang diplomasi untuk mendapatkan dukungan dari negara lain, termasuk melalui forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation). "Ibu Menlu bisa menyampaikan hal ini dan menegaskan sikap kita. Kita juga bisa menggunakan forum United Nation (UN) ini untuk menegaskan perdamaian dan stabilitas di kawasan," imbuhnya