Kabargolkar.com - Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi mengagumi perjuangan Siti, yakni seorang remaja putus sekolah yang kini menggantikan peran sang ayahnya untuk berjualan
Siti yang masih berusia 16 tahun itu setiap harinya selalu berkeliling untuk menjajakan dagangan kacang kedelai dan tutut bersama kedua adiknya.
Satu adiknya masih duduk di kelas 5 SD meski sempat berhenti selama dua tahun karena tak ada biaya. Sedangkan adik bungsunya yang baru berusia 6 tahun juga ikut bersamanya berkeliling.
Perjuangan Siti saat berjualan kacang kedelai dan tutut itu ditemui Dedi Mulyadi. Melihat perjuangan Siti sedang berkeliling menjajakan dagangannya membuat Kang Dedi terenyuh.
"Umur 16 tahun cuma sekolah sampai kelas 5 SD," kata Siti kepada Kang Dedi seperti dilansir dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (14/11/2021).
Kepada Kang Dedi, Siti bercerita bahwa kaki bapaknya harus diamputasi usai mengalami kecelakaan motor. Sedangkan sang ibu harus merawat bayi dari kakak Siti yang sudah meninggal.
Setiap harinya, rata-rata Siti dan adik-adiknya mendapatkan uang Rp 400-500 ribu dari berjualan kacang kedelai dan tutut.
Untuk kacang kedelai dia menjualnya Rp 3.000 per ikat, sedangkan tutut Rp 5.000 per plastiknya.
"Kacang kedelainya ada yang ngirim, pesan 50 kg Rp 200 ribu," kata Siti.
"Nanti uangnya buat beli beras di rumah," tambah remaja asal Cipeundeuy, Subang itu.
Kepada Kang Dedi, Siti bercerita bahwa kaki bapaknya harus diamputasi usai mengalami kecelakaan motor. Sedangkan sang ibu harus merawat bayi dari kakak Siti yang sudah meninggal.
Setiap harinya, rata-rata Siti dan adik-adiknya mendapatkan uang Rp 400-500 ribu dari berjualan kacang kedelai dan tutut.
Untuk kacang kedelai dia menjualnya Rp 3.000 per ikat, sedangkan tutut Rp 5.000 per plastiknya.
"Kacang kedelainya ada yang ngirim, pesan 50 kg Rp 200 ribu," kata Siti.
"Nanti uangnya buat beli beras di rumah," tambah remaja asal Cipeundeuy, Bandung Barat itu.