Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Dedi Mulyadi Kagum Dengan Perjuangan Hidup Seorang Nenek Meski Tinggal di Gubuk Tua Tepi Hutan
  Nyoman Suardhika   28 Desember 2021
Credit Photo / Youtube

Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengevakuasi seorang nenek yang tinggal di gubuk
tepi hutan. Nenek tersebut dalam kondisi sakit dan hidup sebatang kara.

Kang Dedi Mulyadi datang ke lokasi bersama warga yang selama ini sering mengirim makanan ke gubuk tersebut. Gubuk tersebut berada di tepi hutan yang berada di Kampung Wadon, Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk mencapai lokasi harus menaiki bukit dengan jalan setapak dan licin karena sedang musim hujan. Lokasi gubuk cukup jauh dari rumah warga. Tak ada listrik atau air yang mengalir di gubuk tersebut.

Saat ditemui di lokasi, nenek bernama Tati tersebut sedang sakit kaki karena terjatuh. Ia pun harus berjalan merayap atau dibantu dengan tongkat kayu yang dibuatnya sendiri.

“Emak sendiri di sini. Suami ada cuma tinggal sama yang (istri) tua. Terakhir suami datang sekitar dua bulan lalu. Emak mau nikah karena waktu itu butuh (yang membiayai), tapi sekarang malah dibiarkan,” ujar Tati bercerita pada Dedi Mulyadi.

Menurut Tati, gubuk tersebut dibuatkan oleh sang suami di tanah milik saudaranya. Sementara sang suami yang bekerja sebagai buruh tani hanya datang sesekali untuk mengirim singkong, ubi atau ketela.

“Mungkin dia takut sama yang (istri) tua. Sekarang juga saya enggak ada yang biayai,” katanya dalam keterangan yang kami kutip dari laman Ngawangkong.com, Senin (27/12/2021).

Tati semula tinggal di Nyalindung, Bandung Barat. Namun menurutnya warisan orang tua semua dijual oleh sang kakak untuk membangun rumah. “Saya mah enggak dapat apa-apa,” katanya.

Meski sudah berusia lanjut Tati berkeinginan untuk bekerja. Sayangnya niat itu harus terhenti karena jatuh dan kaki kanannya sakit.

Selama tinggal di gubuk tersebut ia selalu dikirim makanan oleh salah seorang warga yang peduli padanya. Warga tersebut pun sempat akan membawa Tati berobat namun urung karena terbentur biaya.

“Saudara ada kakak satu, adik satu. Anak juga punya satu laki-laki di Pasar Padalarang. Tapi enggak ada yang nengok ke sini. Ini juga setiap hari dikasih, dianterin makanan sama si eneng (warga sekitar),” ujarnya.

Kang Dedi Mulyadi Kagum

Sementara itu Kang Dedi Mulyadi cukup kagum dengan nenek tersebut. Meski hidup terpencil dari warga namun gubuknya terawat bersih. “Emak ini apik, bersih, rapi walau tinggal seperti ini,” katanya.

Dedi pun menawarkan untuk mengobati sakit kaki sang nenek. Setelah sembuh nantinya nenek tersebut diberi pilihan untuk tetap tinggal di gubuk atau ikut dengan Dedi.

“Saya sekarang bawa emak untuk diobati, nanti kalau sudah sembuh mau enggak kerja di tempat saya? Beberes, sasapu, makanan ada, tempat tidur ada, tapi suaminya tidak boleh datang,” ujar Dedi.

“Iya emak juga memang pingin kerja kalau sudah sembuh. Suami mah sudah biarkan saja karena tidak merawat emak juga,” timpal Tati.

Selain itu Dedi pun akan berdiskusi dengan Ketua RT dan RW setempat untuk memindahkan gubuk ke lahan yang berada di bawah bukit. Jika diizinkan gubuk akan dibangun ulang dan diberi fasilitas listrik juga air.

“Kita diskusi dulu, izin dulu boleh enggak pindah ke bawah

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.