Kabargolkar.com - Kader Partai Golkar Robert Usman akhirnya dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggantikan Almarhum Sukarya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Usai pelantikan yang diparipurnakan, Robert Usman angkat bicara soal asumsi masyarakat soal pelantikannya.
"Tidak ada faktor yang lain, yang subyektif kecuali regulasi. Ya, saya membantah isu bahwa saya dikabarkan karena membelot, sehingga pelantikannya lama," kata Robert Usman kepada wartawan, Kamis 18 November 2021.
"Jadi memang terasa lama, tapi kami paham betul ada mekanisme internal di Golkar yang harus ditempuh. Waktu itu, pengurus DPD Golkar Kota Tangsel sudah demisioner, maka tidak ada yang bisa mengambil keputusan untuk menandatangi surat penting seperti itu," ungkapnya.
Sebagai Kader, tutur Robert, dirinya tunduk atas perintah pemimpin. Sehingga, menunggu definitifnya pengurus DPD Golkar Kota Tangsel, menjadi alasan 'lambatnya' pelantikan atas dirinya, menggantikan Almarhum Sukarya.
"Jadi kita menunggu kepengurusan yang definitif dulu. Golkar itu kan partai besar, jadi punya mekanisme. Kalau misalnya isu itu (membelot) benar, pasti saya tidak akan dilantik. Pelantikan ini pasti sudah melewati mekanisme dan seleksi yang ketat," tambahnya.
Diketahui, dalam Surat Pengumuman Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan Hasil Pemilihan Umum tahun 2019 bernomor 56/HM.02-Pu/03/3674/KPU-Kot/X/2021, permintaan nama calon pengganti antar waktu yang diajukan oleh Partai Golkar diterima KPU Kota Tangsel tertanggal 5 Oktober 2021.
Sementara, Sukarya dikabarkan meninggal akibat Covid-19, pada 22 Januari 2021 lalu.