Kabargolkar.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengaduan masyarakat terkait asuransi Unit Link yang kini jadi polemik bagi publik meningkat.
OJK mengklaim pengaduan masyarakat meningkat dari total 360 pengaduan pada 2019, menjadi 593 pengaduan pada 2020, bahkan per 2021 jumlah pengaduan mencapai 273 pengaduan.
Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin (Putkom) menyatakan telah menerima pengaduan langsung dari para nasabah produk asuransi Unit Link yang mengalami kerugian.
"Aduannya didominasi oleh ketidaksesuaian produk layanan dengan penawaran, atau mis-selling," tulis Putkom melalui postingan Facebook terverfikasinya, Selasa (7/12/2021).
Ia menambahkan, kejadian ini membuat kita semakin sadar bahwa sudah saatnya OJK mengevaluasi produk asuransi Unit Link.
"Apakah kapasitas agen asuransi sudah sesuai standar dan kompetensi yang disyaratkan? Apakah terdapat celah regulasi yang perlu diperkuat? Sudah sejauh mana OJK menindaklanjuti setiap aduan?" lanjutnya.
Putkom berharap agar persoalan yang diterpa oleh korban asuransi ini dapat segera diselesaikan dengan baik.
"Tentunya, kami terus akan mendukung solusi konkret dari OJK dan perusahaan asuransi yang mengedepankan kepentingan dari nasabah," pungkasnya.