Kabargolkar.com - Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menghadiri secara virtual, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IWO 2021, yang berlangsung Sabtu hingga Minggu,11-12 Desember 2021 di New Panjang Jiwo Resort, Kabupaten Bogor.
Acara ini dibuka langsung oleh ketua umum PP IWO Jodhi Yudono dengan mengusung tema ”Kesadaran Kebangsaan Wartawan Online Pada Era Digitalisasi Media".
Dalam paparannya kepada para peserta yang hadir, Doli Kurnia menegaskan mendukung terbentuknya IWO sebagai organisasi wartawan media online, serta mendorong agar wartawan IWO terus berjuang menjadikan media online sebagai rujukan utama informasi masyarakat.
“Setelah memasuki era post truth, terjadi dinamika di ruang publik secara nyata, dimana fakta tidak terlalu berpengaruh kepada pembentukan opini publik dibandingkan dengan emosi dan keyakinan personal,” jelas Waketum Golkar ini.
Ahmad Doli Kurnia menambahkan, IWO maupun pengurus media online yang menjadi peserta Rakernas menghadapi tantangan yang tidak kecil di masa mendatang. Ia mengharapkan organisasi seperti IWO dapat mengakomodir kekuatan media untuk kembali sumber informasi masyarakat dan menangkal berita bohong.
“Nah saya pertama menyambut baik inisiatif dibentuknya IWO dan kedua di rapat ini saya kira perlu dikembangkan strategi media menjadi sumber utama informasi dan menjernihkan masalah yang terjadi akibat ciri utama post truth misal berkembangnya hoaks, dan fake news,” tambah Doli.
Selain Ahmad Doli Kurnia, Rakerna itu juga menghadirkan pemateri di antaranya, Pepih Nugraha; Founder Kompasiana sekaligus CEO Borneopedia; Deden Lesmana, Digital Developer; Agus Sulistriyono, CEO PRMN; dan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Usman Kansong.
Jodhi Yudono saat membuka acara mengatakan, di era ini wartawan harus bangga dengan profesinya, wartawan tidak boleh merasa minder.
”Wartawan tidak boleh minder dan rendah diri, kita bisa belajar dari negara-negara luar terkait peran wartawan sebagai penyemangat rasa kebangsaan. Siapa yang mengubah Nevada menjadi negara demokrasi? Ialah wartawan", ujar Jodhi, eks senior editor di kompas.com ini.
Selain itu Jodhi Yudono juga memberikan contoh dari para wartawan senior Indonesia yang mempunyai andil dalam sejarah perjuangan bangsa.
Sementara dalam sesi diskusi interaktif, Pepih Nugraha mengatakan bahwa peran media menjadi penting bagi perkembangan umat manusia.
Menurutnya media sudah ada sejak jaman batu, dan bahkan sejak jaman nabi, seperti pada saat Nabi Musa menerima 10 Perintah Tuhan yang tertulis pada batu. Batu itu merupakan sebuah media, hingga saat jaman berubah, media pun mengalami perkembangan zaman.