Kabargolkar.com - Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Golkar mendapati satu
keluarga yang terdiri dari suami istri dan anak-anaknya yang masih kecil berada di emperan pasar walau malam sudah larut.
Kang Dedi menemukan mereka dalam kondisi sedang mengamparkan kasur di pinggir jalan dengan membawa dua karung barang bekas hasil merongsok.
Melansir Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kang Dedi bersama petugas Satpol PP kemudian mengantarkan keluarga tersebut ke rumah kontrakan mereka.
Petak kontrakannya berukuran kecil namun penuh sesak dengan barang bekas alias rongsokan. Kepada pasangan itu, Kang Dedi mempertanyakan mengapa mereka membawa anak-anak hingga hampir tengah malam.
“Anak-anak kenapa diajak sampai malam?” ujar Kang Dedi, heran.
Kang Dedi juga menyoal anak-anak yang tampak kucal kurang terurus seperti jarang dimandikan.
“Ini belum pada mandi jam segini,” ujarnya.
Kang Dedi menilai beban keluarga tersebut sudah sangat berat sebab anak banyak sementara penghasilan tidak jelas.
“Inikan nggak bisa hidup begini terus,” ujar Kang Dedi.
“Anak 5 meninggal 1, karena istri masih muda, dimungkinkan punya anak lagi,” ujar Kang Dedi. Ia menyarankan agar suami ikut program KB.
“Jangan istri tapi suami yang ikut KB, kalau istri nanti jebol terus. Laki-laki masuk KB nggak ada masalah,” ujar Kang Dedi, suami tampak diam saja.
"Angger hudang kanjut mah," kata Kang Dedi membuat semua orang tertawa.
Pasangan suami istri tersebut bernama Mukliz dan Annisa. Adapun anak-anaknya bernama, Desta, Dendi, Reyhan, Geisya.
Mereka tampak sehat dan pintar. Desta dan Dendi bahkan lancar berbincang dengan Kang Dedi.
Kang Dedi mengajak Desta yang sekarang duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar dan Dendi yang masih TK, untuk pindah ke sekolah terdekat. Hal ini bertujuan agar bisa menghemat biaya dengan tidak perlu naik angkot ke sekolah.
Kang Dedi akan mengurus perpindahan sekolahnya, membiayai, dan membelikan semua perlengkapan sekolah seperti baju, sepatu, tas, buku dan lain-lain.
“Sekolahnya yang deket aja. Mau nggak sekolahnya yang lebih dekat. Kamu teh pinter-pinter,” ujar Kang Dedi, Desta dan Dendi pun mau.
Kang Dedi menegaskan kepada Mukliz dan Annisa bahwa anak mereka tidak boleh lagi ikut mulung rongsokan. Anak harus sekolah yang benar, tinggal di rumah, dan mandi dengan teratur.
“Masa tega lihat anak jam segini belum pada mandi. Ibu harus sayang sama anak-anak. Kalau tidak mau bernasib sama dengan orangtuanya, harus berubah. Jangan bawa anak-anak keluar sampai larut malam,” ujar Kang Dedi.
“Kalau mau anak-anak masa depannya bagus, sekolah yang benar, mandi yang teratur di rumah,” ujarnya.
Kang Dedi kemudian memberikan beras, telur, dan minyak kepada mereka sekaligus membayari kontrakan rumahnya.
"Tahun baru tidak bisa punya anak baru, tahun baru masuk KB," katanya.
Upaya Kang Dedi mengajak Mukliz ikut program KB rupanya mendapatkan respon yang tidak mudah bahkan cukup berbelit.
Mukliz masih sempat-sempatnya beralasan tidak punya ongkos untuk datang ke lokasi KB.
Hal cukup membuat Kang Dedi menggerutkan dahinya. Kang Dedi menasehati Mukliz bahwa KB dilakukan demi kebaikan dirinya dan keluarga