Kabargolkar.com - Anggota Komisi IV DPR RI Alien Mus mengatakan, harga jual minyak goreng (migor) curah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih cukup tinggi, yakni sebesar Rp25.000 per liter.
Padahal, menurut anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini, migor curah telah memiliki ketetapan harga yang dibuat oleh pemerintah, yaitu Rp14.000 per liter.
“Kita mau mengecek bagaimana ketersediaan pangan di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari. Ternyata distribusi minyak goreng masih mengalami masalah dan kendala, yang tadinya kita sudah mengetahui ada ketetapan harga per liter Rp14.000 ternyata yang terjadi di Sulawesi Tenggara ini harga minyak goreng curah sampai dengan Rp25.000," kata Alien Mus dalam keterangan persnya, Selasa (19/4/2022).
"Ini sangat disayangkan dan bagaimana dengan ketetapan pemerintah untuk seluruh masyarakat yang ada di Indonesia," sambungnya.
Tak hanya itu, Alien Mus mengaku mendapati informasi, jika Sultara mengambil pasokan minyak gorengnya dari Sulawesi Barat (Sulbar).
"Yang mana bila dikalkulasi, dengan jumlah pasokan 22.000 ton dan ditambah dengan biaya distribusi dari Sulawesi Barat sampai ke Sultra itu besaran subsidinya bisa mencapai angka Rp5 miliar," ungkapnya.
Kedepannya, Alien Mus berharap pemerintah bisa memberikan solusi untuk mengatasi persoalan distribusi migor curah.
"Mudah-mudahan bisa mendapatkan solusi yang baik dan tidak ada kelangkaan minyak goreng di seluruh Indonesia," harap Alien Mus.
Dikatakan legislator dapil Maluku Utara tersebut, untuk urusan minyak goreng, hulunya memang yang ada di bawah kemitraan Komisi IV DPR RI.
Sedangkan hilirnya ada di Kementerian Perdagangan. Namun khusus untuk masalah minyak goreng saat ini tanggung jawabnya sudah diambil alih oleh Kementerian Perindustrian.
"Oleh karena kita bermitra dengan Bulog, maka kita harus sampaikan segala permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat. Kita harus menyampaikan kepada pemerintah bagaimana susahnya minyak goreng di seluruh Indonesia. Dan bukan hanya minyak goreng, tapi termasuk juga gula, terigu, dan bahan pokok lainnya," bebernya.
Lebih lanjut, Alien Mus menegaskan, ketersediaan pangan di Sultra sejauh ini cukup baik.
"Cadangan beras untuk 4 bulan ke depan juga masih oke, hanya saja yang menjadi masalah adalah soal harga bawang putih, bawang merah, dan juga cabai yang ternyata persiapan stoknya hanya bisa sampai satu bulan ke depan. Ini bisa menjadi kelangkaan dan berpotensi terhadap lonjakan harga yang luar biasa. Kita harus mencari bagaimana solusinya untuk bisa membantu masyarakat," tutupnya.