Kabargolkar.com - Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin berharap penyaluran bantuan sosial (bansos) terhadap masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 tepat sasaran dan tidak lagi mengalami pemotongan oleh pihak-pihak tak berwenang.
"Penyaluran dan pencairan bantuan yang cepat dan tepat sasaran adalah kunci agar kebijakan berjalan optimal," kata Puteri dikutip dari AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (8/8/2021).
Puteri juga berpesan kepada masyarakat agar tidak takut membuat laporan apabila menemukan kasus penyunatan bansos.
"Dilaporkan ke aparat penegak hukum tentunya. Agar ditindaklanjuti ke instansi yang berwenang," paparnya.
Menurutnya, program bansos ini akan sangat membantu masyarakat di tengah pandemi dan kondisi ekonomi yang kurang stabil.
"Berbagai program bantuan sosial yang pemerintah siapkan untuk penanganan pandemi ini tentu akan sangat membantu ketahanan masyarakat dalam menghadapi pandemi karena langsung menyasar kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat," kata dia.
Maka, Ketua Bidang Kemitraan Perbankan dan Pasar Modal DEPINAS SOKSI ini mengatakan, pihaknya bersama dengan pemerintah akan terus mengawal pelaksanaan berbagai bantuan tersebut agar penyalurannya akuntabel dan tepat waktu.
"Kami di Komisi XI terus mendorong BPK dan BPKP untuk senantiasa mengawal belanja yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk penanganan Covid-19 ini, termasuk dalam hal penyaluran bansos," ujarnya.
Sebelumnya, Risma melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perkampungan di Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021). Hal tersebut dilakukan untuk mengecek penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST).
Dalam sidak tersebut, Risma ingin mengetahui secara pasti mengenai penyaluran BST yang seharusnya sudah didistribusikan ke Kota Tangerang beberapa waktu lalu senilai Rp600 ribu dan beras 10 kilogram.
"Saya ini Pak, Bu, sengaja tidak kasih tahu pemerintah setempat ya. Saya sendiri mau tahu langsung bagaimana masyarakat menerima bantuan sosial ini," kata Risma di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Dalam sidak tersebut, Risma tampak marah karena mengetahui adanya pemotongan bansos. Hal itu diketahui setelah warga melapor secara langsung kepadanya.
"Kamu dananya dipotong oleh siapa? Sebut namanya, ada polisi di sini yang siap menindaklanjuti," ucap dia pada penerima bansos.
Setelah kasus itu mencuat, teranyar warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat melaporkan kasus pemotongan bansos tunai Kemensos sebesar Rp300 ribu ke Kejaksaan Negeri Karawang pada Jumat (6/8/2021).