Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Golkar Sambut Baik Langkah Pemerintah Berani melarang Ekspor Minyak Goreng
  Nyoman Suardhika   26 April 2022
Credit Photo / Tribunnews

Kabargolkar.com - Anggota Komisi VI DPR RI Nurson Wahid merasa senang atas langkah pemerintah, lantaran berani melaranf ekspor minyak goreng beserta bahan bakunya.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menilai, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya itu sudah tepat.

Menurut anggota Komisi VI DPR RI ini, keputusan Presiden Jokowi menandakan keberpihakan kepada rakyat, yang selama enam bulan terakhir dipusingkan oleh kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng.

"Ini bukti Presiden menyatakan perang terhadap pengusaha dan memilih berpihak pada rakyat," kata Nusron dalam keterangan persnya, Senin (25/4/2022).

Nusron mengatakan, kesabaran Presiden Jokowi dinilainya sudah habis, setelah memberi kesempatan kepada industri minyak goreng untuk menurunkan harga.

Namun, ia menyayangkan para pelaku usaha di industri minyak goreng justru terkesan menolak mengikuti harga yang ditetapkan pemerintah.

"Hal itu terlihat saat pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di angka Rp 14 ribu per liter, stok minyak goreng kemasan langsung langka di pasaran. Sementara saat HET dicabut, stok minyak goreng kembali langsung melimpah," tegasnya.

Tak hanya itu, dia menyebut Kejaksaan Agung pun belakangan menemukan adanya penyelewengan ekspor bahan baku minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan di dalam negeri oleh tiga perusahaan, yakni PT Wilmar Nabati Indonesia, Permata Hijau Group (PHG), dan PT Musim Mas.

Bos tiga perusahaan itu bersama Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan, sangat wajar jika Presiden Jokowi mengambil keputusan tegas untuk melarang ekspor minyak goreng dan bahan bakunya sampai waktu yang tak ditentukan.

"Salah sendiri diajak baik-baik sama Presiden (untuk turunkan harga) pada tidak mau, dengan dalih harga internasional. Ibarat perang, sekarang Presiden sudah meledakkan bom. Habis itu pengusaha nangis-nangis dan ampun-ampun," ungkapnya.

"Kita harapkan, kebijakan berani Presiden ini, harga minyak goreng bisa kembali normal di pasaran, yakni Rp 14 ribu per liter. Stok minyak goreng juga diharapkan tak lagi langka meski harganya turun," tutupnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.