Kabargolkar.com - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi (ARIP) mendesak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), agar masif melakukan upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme dan terorisme di lingkungan perguruan tinggi.
Hal itu diungkapkan anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, setelah terjadi penangkapan salah satu mahasiswa berinisial IA di Jawa Timur oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
"Jika terduga IA sebagai pengumpul dana, maka dirinya sudah terafiliasi jauh ke jaringan ISIS. Oleh karena itu pernyataan Kepala BNPT yang mengatakan telah mengantongi kampus dan mahasiswa yang terpapar paham radikalisme harus diiringi dengan penyelesaian yang komprehensif, baik dengan upaya pencegahan sejak dini maupun pemberian pemahaman nilai nilai Pancasila," kata Andi Rio dalam keterangan persnya, belum lama ini.
Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, BNPT harus segera melakukan kerja sama dengan lembaga terkait, untuk menyelesaikan paham radikalisme dan terorisme di dunia pendidikan
"Jangan sampai ditafsirkan masyarakat luas bahwa radikal dan terorisme tertuju pada satu agama, radikalisme dan terorisme bukan paham agama tertentu," tegasnya.
"BNPT harus menggandeng Polri, BIN, BPIP, Tokoh agama,masyarakat dan adat dalam menyelesaikan masalah radikalisme serta terorisme, tentunya hal ini harus di ikuti dengan anggaran yang mencukupi," sambungnya.
Tak sampai disitu, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu berharap, penyebaran paham radikalisme dan terorisme tidak menyebar secara meluas ke perguruan tinggi di Indonesia.
"Jangan sampai generasi bangsa kita mudah diperdaya oleh kelompok atau oknum tertentu yang ingin melihat bangsa kita terpecah belah dan hancur dengan sendirinya," tutupnya.