Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin (Putkom) semakin gencar menyerap aspirasi masyarakat, meski masih dalam suasana pandemi Covid-19.
Belum lama ini, Ketua Bidang Kemitraan Perbankan dan Pasar Modal DEPINAS SOKSI itu, blusukan ke Desa Lemah Mulya Kecamatan Majalaya, Karawang, Jawa Barat (Jabar).
Dalam kegiatan itu, anggota Komisi XI DPR angkat bicara terkait persoalan bantuan sosial (bansos), yang digelontorkan oleh pemerintah Indonesia.
"Dalam penyaluran bantuan sosial terutamanya dimasa pandemi Covid-19 ini, pemerintah menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diinput oleh operator masing-masing desa melalui sistem informasi kesejahteraan sosial yang mendasarkan hasil penetapan musyawarah desa atau kelurahan," kata Putkom dikutip dari akun Instagram pribadinya @puterikomarudin, Rabu (1/6/2022).
Putkom menegaskan, sampai saat ini masih terdapat banyak masalah dalam kasus penyaluran bansos.
"Bantuan yang salah sasaran dan malahan diterima oleh golongan masyarakat mampu, seperti yang seringkali dikeluhkan oleh #GolonganPuteri di Kabupaten #Karawang, #Bekasi dan #Purwakarta," ucapnya.
Agar persoalan itu tak terulang lagi, Putkom meminta kepada perangkat desa, agat mampu mendata masyarakatnua dengan baik.
"Karena data dibangun di tingkat desa, maka peran kepala desa dan lurah sangat penting. Maka dari itu, Desa Lemah Mulya di kecamatan Majalaya, Karawang ini menjadi contoh yang sangat baik dalam hal pembaharuan DTKS," ujarnya.
"Dimana operator data diberikan insentif tambahan untuk memverifikasi dan menvalidasi data penerima sasarannya setiap tiga bulan sekali. Karena operator data sering mengeluhkan minimnya insentif dengan beban kerja yang terlalu berat," sambungnya.
Lebih lanjut, Putkom menghimbau masyarakat, agar turut aktif berperan melakukan pengawasan sebagai bagian dari kontrol sosial.
"Itu semua dilakukan demi mewujudkan transparansi data di tingkat desa, sehingga bantuan yang disalurkan oleh pemerintah pusat bisa lebih efektif dan efisien dalam mencapai targetnya," tutupnya.