Kabargolkar.com - Anggota Komisi VII DPR RI asal Partai Golkar, Lamhot Sinaga menilai penyesuaian harga bahan bakar minyak saat ini merupakan keharusan dan tak bisa dihindari.
Pasalnya, tren kenaikan harga minyak dunia sekarang sudah berada diatas 100 dollar/barel, kemudian terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah, dan konsumsi energi yang meningkat merupakan efek dari kehidupan normal mulai kembali pasca pandemi Covid-19.
Maka itu, politisi Golkar ini mengusulkan agar BBM subsidi hanya diberikan kepada angkutan umum dan kendaraan roda dua.
“Selama ini, 70 persen subsidi tidak tepat sasaran alias hanya dinikmati orang mampu,” ujar Lamhot, Jumat (2/9/2022).
Oleh karena itu, jika kebijakan penyesuaian harga BBM dilakukan, program jangka pendek yang harus segera dilakukan adalah pembatasan BBM subsidi.
“Secara prinsip, pada intinya dengan pembatasan ataupun penyesuaian harga, subsidi BBM ini harus tepat sasaran, tata kelola subsidi yang harus diperbaiki dulu. Baru setelah itu kita bicara penyesuaian harga. Tata kelola subsidinya diberikan kepada orang tidak mampu,” tegasnya.