Kabargolkar.com - Anggota DPR RI asal Dapil Sumatera Barat Darul Siska terus melakukan kegiatan edukasi tentang pentingnya menurunkan angka stunting, hingga pemahaman tentang makanan, minuman hingga obat yang layak konsumsi.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini belum lama ini, sukses menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi, bekerjasama dengan bersama balai besar POM yang di hadiri oleh tokoh masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/10/2022).
Dalam kegiatan itu, anggota Komisi IX DPR ini menyoroti banyaknya masalah keamanan makanan dan obat-obatan di tengah masyarakat.
"Banyak masalah keamanan makanan di masyarakat hari ini, sehingga kita berharap, dengan sosialisasi ini, masyarakat bisa lebih memahami, serta lebih terbuka pengetahuannya tentang kosmetik, obat-obatan dan makanan sehat yang aman dan bergizi," kata Darul Siska dikutip dari akun Instagram pribadinya @darulsiska, Senin (31/10/2022).
Tak hanya itu, Darul Siska juga terus memantau persoalan stunting. Menurutnya, stunting pada anak ini harus bisa ditekan sedini mungkin.
"Banyak melaporkan bahwa ada beberapa anak balita di daerah ganting dan Andalas mengalami stunting yang usianya di bawah umur 2 tahun dengan kondisi yang lemah," ujarnya.
Darul Siska mengaku, pihaknya telah menitipkan 47 paket makanan tambahan dan sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan gizi balita yang mengalami stunting.
"Masalah penurunan angka stunting tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja, semua elemen harus berperan dan bahu-membahu dalam menurunkan angka stunting, Kepala daerah, anggota dewan, lintas dinas, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cerdik Pandai, pemuda dan emak-emak harus berperan dalam penekanan angka stunting," tegasnya.
Dengan rasa gotong royong, Darul Siska meyakini, persoalan stunting akan bisa terselesaikan dengan cepat.
"Bukan suatu khayalan angka stunting bisa di tekan hal tersebut bisa menjadi terwujud apabila masyarakat benar benar menjalankan pola hidup sehat mulai dari masa kehamilan sampai anak menyusui umur dua tahun," tutupnya.