kabargolkar.com - Maraknya pipa bocor milik Perumda Giri Tirta terus mendapat sorotan dari kalangan dewan. Fraksi Golkar dalam pemandangan umumnya (PU) terkait Ranperda Perubahan Modal Dasar dan Penambahan Penyertaan Modal pada Perumda Giri Tirta meminta data mendetail terkait lokasi pipa bocor. Sehingga tidak ada manipulasi perbaikan pipa bocor dengan pipa bekas.
Ketua Fraksi Golkar Wongso Negoro mengatakan pipanya meminta rincian anggaran untuk perbaikan infrastruktur berupa perbaikan pipa aus atau bocor agar dijelaskan secara detail. Di mana titik – titik tersebut.
“Hal ini sangat penting agar kejadian manipulasi pipa aus diganti pipa bekas tidak terjadi di kemudian hari,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan pembangunan tandon air (reservoir) yang menelan biaya sebesar Rp 7 miliar. Perlu kajian secara mendalam agar sesuai dengan yang direncanakan.
Menanggapi hal ini, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan untuk perbaikan pipa bocor ada dua mata anggaran. Pertama, dari penyertaan modal daerah. Dari anggaran ini digunakan untuk memperbaiki pipa bocor di empat ruas.