Kabargolkar.com - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hamka B Kady terus mendorong proyek pelebaran jalan nasional sepanjang 80 kilometer dari Gowa, Takalar, hingga Jeneponto.
Selain proyek infrastruktur, Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu juga terus mendorong program pemerintah pusat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Jadi kita harus seimbangkan antara proyek besar dengan proyek yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya, Minggu (15/1/2023).
Namun, lebih penting lagi kata Hamka B Kady, penciptaan lapangan kerja akan lebih diutamakan tahun ini.
“Ini program Kementerian PUPR yang kita dorong dari dulu. Termasuk proyek Kereta Api Sulawesi dan masih banyak proyek besar lainnya di Sulsel,” Hamka menambahkan.
Menurutnya, proyek pelebaran jalan nasional bagian selatan Sulsel sudah dikerjakan dan ditarget selesai 2024.
“Pelebaran jalan ini kejutan di daerah pemilihan saya. Saya tekankan, saya mau melihat jalanan itu mulus sebelum pencoblosan selesai,” tegasnya.
Hamka memastikan akan mengawal proyek itu hingga selesai.
Alasannya, secara volume transportasi dari Makassar ke Bulukumba atau sebaliknya cukup padat.
“Hanya di Bantaeng saja jalan bagus, tidak berombak. Dari situ kita pikirkan bagaimana jalan poros Sungguminasa sampai Jeneponto disambungkan dengan jalanan yang baik di Bantaeng,” katanya.
“Makanya hanya sampai di ibu kota Jeneponto. Tadinya itu anggarannya ke tempat lain. Saya bilang tidak bisa, tidak boleh. Saya tidak mau tahu. Tahun 2024, proyek itu harus selesai,” ujar Hamka.
Terpisah, Kepala Satuan Kerja PJN II Malik menyatakan proyek pelebaran jalan nasional dari Gowa, Takalar, hingga Jeneponto dikebut.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel kata Malik memastikan proyek pelebaran jalan nasional tersebut terus dikerjakan di 2023.
“Sementara dalam proses pengerjaan, ini terbagi beberapa segmen, dari satu sampai empat. Kalau yang ditargetkan 2022 lalu itu sudah selesai, sekarang lanjut untuk pengerjaan di 2023,” kata Malik, Minggu (15/1/2022).
Dilansir dari laman LPSE PU Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp227,327,240.000 atau sekira Rp 227 miliar.
Sumber dana berasal dari APBN 2022.
Angka tersebut diperuntukkan untuk penanganan ruas jalan Sungguminasa (Gowa), Takalar hingga Jeneponto.
Pengerjaan jalan nasional mulai dari perbatasan Gowa di Jl Sultan Alauddin hingga ke ibu kota Jeneponto.
Total jarak proyek ini mencapai 80 kilometer.
Adapun perusahaan PT Mina Fajar Abadi sebagai pemenang tender di 2022.
“Saat ini sedang di kerja itu di kilometer 18,” kata Malik.
Diketahui, penanganan jalan akan dilakukan bervariasi.
Di beberapa ruas akan ada pelebaran serta rekonstruksi untuk ruas yang kondisi kerusakannya cukup berat atau rusak parah.
Pengerasan bahu jalan juga bakal dilakukan dibeberapa titik. Proyek pengerjaan jalan ini pun diakui akan menjadi prioritas. Pasalnya, jalur selatan Sulsel ini cukup padat dan ramai.
Jalur selatan Sulsel menjadi akses utama menuju daerah-daerah wisata di Bantaeng dan Bulukumba.
Termasuk jalur untuk menyeberang ke Pulau Selayar.(tribunnews.com)