Kabargolkar.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono menilai sistem proporsional tertutup akan meningkatkan angka apatis masyarakat pada Pemilihan Umum 2024.
“Dampaknya akan sangat besar. Apatis masyarakat pasti akan meningkat,” ujar Dave Laksono seperti yang kami kutip dari laman Antara, Rabu (7/6/2023).
Menurut dia, hal ini akan berdampak turunnya hak demokrasi masyarakat. Tidak hanya itu, sambung Dave, pembangunan nasional akan terdampak karena kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menurun.
“Akhirnya berdampak pada pembangunan nasional. Kenapa? Karena kepercayaan masyarakat di sistem politik pemerintah pasti akan menurun,” terangnya.
Maka itu, ditekankan anggota Komisi I DPR RI ini, pemerintah harus menghindari dampak negatif dari sistem proporsional tertutup yang akan merugikan negara. Dave mendesak kemajuan demokrasi jangan pernah dihentikan.
“Kami melihatnya ini ada potensi dengan dikembalikan ke sistem proporsional tertutup, maka bisa-bisa pemilihan kepala pemerintahan, baik pusat maupun daerah akan dikembalikan ke legislatif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi telah menerima Permohonan Uji Materi Pasal 168 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) terkait Sistem Proporsional Terbuka yang didaftarkan dengan Nomor Registrasi Perkara 114/PUU-XX/2022 pada 14 November 2022.
Apabila Uji Materi UU Pemilu mengenai Sistem Proporsional Terbuka dikabulkan oleh MK, maka sistem Pemilu 2024 akan berubah menjadi sistem proporsional tertutup.
Sistem proporsional tertutup memungkinkan para pemilih hanya disajikan logo partai politik pada surat suara, bukan nama kader partai yang mengikuti pemilihan legislatif.