Kabargolkar.com - Tim Komisi VI DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT Perusahaan Gas Negara, Banten, Rabu (5/7/2023). Kunjungan ini dalam rangka pengawasan PGN, khususnya terkait kinerja dan kontribusi tentang jaringan peta gas.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji mengemukakan jika PGN secara nasional di tahun 2022 telah memperoleh keuntungan yang lebih besar.
“Jaringan peta gas ini penting, mengingat pemanfaatan jaringan untuk rumah tangga dan industri, (yang) dimaksudkan sebagai peluang untuk menggantikan subsidi elpiji sangat besar. Setiap tahunnya mencapai ratusan triliun. Kalau itu berhasil dipertahankan, bahkan ditingkatkan, maka subsidi (elpiji) akan berkurang,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menemukan ada kendala dalam pemanfaatan bahan bakar gas bumi untuk rumah tangga dan industri. Hal ini terjadi karena terbatasnya infrastruktur yang menghubungkan gas bumi dari sumbernya ke konsumen.
“Kita melihat ada beberapa jaringan infrastruktur pipa yang belum tersambung. Misalnya, untuk pemetaan ke arah Cirebon dari Batang, serta sebagian di Sumatera. Dengan demikian kegiatan perencanaan tidak akan efektif dan efesien,” katanya.
Sarmuji menambahkan jika penugasan ini belum berjalan maksimal. Selain jaringan infrastruktur pipa, harga di hulu juga menjadi kendala.
“Kalau itu dipaksakan, pastinya akan berisiko. Tetapi kalau kita bisa sama-sama mengerti, kemudian pemerintah ikut mengambil kebijakan, pastinya program ini akan mudah dijalankan,” pungkas politisi Partai Golkar itu.