Kabargolkar.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Golkar Alien Mus meminta jajaran pemerintah fokus menyiapkan langkah-langkah antisipatif dampak el nino.
Sehingga, penurunan produktivitas yang berujung pada merosotnya produksi tidak menimbulkan lonjakan harga yang signifikan.
Alien Mus mengatakan risiko kekeringan, kebakaran, serangan hama, dan penurunan produktivitas pertanian berpotensi terjadi jika El Nino datang.
Selain itu, legislator Golkar ini menegaskan penguatan stok yang dikelola pemerintah menjadi kunci pengelolaan pangan nasional yang kuat, terencana dan antisipatif, termasuk dalam menghadapi dampak El Nino.
“Pangan yang menjadi perhatian tidak hanya beras, tetapi juga komoditas lain yang tertera dalam Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah,” jelas Alien Mus, di Jakarta, Senin (11/9/2023), seperti dilansir dari laman IG golkar.indonesia.
Sampai Akhir 2023
Sebelumnya, Data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan fase El Nino terjadi pada periode Juni 2023 dan diprediksi akan berlangsung dengan intensitas lemah hingga sedang di akhir tahun 2023.
El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan air laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik tengah dan timur.
Akibatnya, terjadi pergeseran potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke wilayah Samudera Pasifik Tengah yang dampaknya akan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
Seperti dilansir dari laman Kementerian Pertanian, pemantauan dan pemahaman yang baik tentang El Nino sangat penting agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penyesuaian yang tepat untuk mengurangi dampaknya.