Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengaku, salah satu keluhan yang sering ditemuinya ketika bertemu masyarakat adalah soal penyaluran bantuan sosial (bansos). Penyaluran bansos dari pemerintah, dikeluhkan masyarakat tidak merata dan bahkan tidak tepat sasaran.
"Kadang tidak tepat sasaran, kadang ada orang kaya mendapatkan sembako. Apakah sensus yang sudah dilakukan (BPS/Badan Pusat Statistik) sudah bisa dipakai untuk data acuan?," kata Puteri dikutip dari akun Instagram pribadinya @puterikomarudin, Kamis (14/9/2023).
Saking banyaknya keluhan tersebut, Ketua Bidang Kemitraan Perbankan dan Pasar Modal SOKSI ini meminta, BPS menghilangkan rasa pesimis masyarakat.
"Yang nantinya bisa menghilangkan unsur ketidakpercayaan masyarakat, terkait dengan permasalahan distribusi bantuan ini," ucap Puteri.
Karena, anggota Komisi XI DPR ini membeberkan, pemerintah dalam menyalurkan bansos sudah mengeluarkan anggaran ratusan triliun rupiah.
"Tapi ketimpangan di masyarakat, akhirnya meningkat. Setiap balik ke dapil, masyarakat belum pernah merasakan bantuan pemerintah," tegas Puteri.
Oleh sebab itu, anggota BKSAP DPR ini menilai, hal ini menandakan bahwa distribusi bantuan sosial masih belum tepat sasaran, sehingga banyak masyarakat kurang mampu yang belum pernah menerima bantuan sama sekali.
"BPS perlu memperbaiki sistem dan data sensus agar bisa mengakomodir kebetuhan bantuan sosial bagu masyarakat yang membutuhkan. Semoga di kemudian hari distribusi bantuan sosial makin tepat sasaran dan tidak saling iri dengan tetangga sekitarnya," tutup Puteri.