Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo mengatakan, kebijakan pemerintah menambah alokasi dana pupuk subsidi tahun 2024 sebesar Rp 14 triliun sudah tepat. Kebijakan positif ini bakal meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.
"Penambahan anggaran pupuk subsidi ini merupakan permintaan petani. Faktanya memang kebutuhan pupuk ini cukup besar,” kata Firman dalam keterangan persnya, dikutip Kamis (11/1/2024).
Legislator Golkar asal Jawa Tengah ini mengungkapkan, pemerintah perlu menata ulang metodologi penyaluran pupuk subsidi ke petani. Sebab, metodolgi sekarang kurang efektif.
Diusulkan anggota Komisi IV DPR ini, penyaluran pupuk subsidi harus lebih fokus menyentuh ke komoditi tanaman pangan. Dengan luas lahan maksimal dua hektare.
“Dulu kan di tahun 2009, kebijakan waktu saya menjadi Pimpinan Komisi IV itu alokasi pupuk subsidi untuk tanaman pangan tertentu, fokusnya untuk tanaman padi. Dan luas lahannya juga 2 hektare dan harus pemilik, bukan penyewa,” ucap Waketum Partai Golkar ini.
Sekarang, ditegaskan Firman, kebutuhan pupuk subsidi semakin luas. Bukan hanya menyasar petani padi, tapi juga untuk petani hortikultura, petani singkong, tebu dan tanaman-tanaman lainnya yang sebenarnya.
"Secara penggunaan lahan, rata-rata petaninya di atas dua hektare. Karena itu, penataan ini menjadi penting. Tidak mungkin negara mampu mengalokasikan dana pupuk subisidi sesuai kebutuhan,” ujar Firman.