Kabargolkar.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji mendukung keputusan Pertamina untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum atau non-subsidi, walaupun harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kompetitor lain sudah naik.
“Saya pikir ini adalah harga yang fair. Nanti kalau harga pembeliannya memang sudah naik, baru harga jualnya juga bisa dinaikkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (5/2/2024).
Meski harga BBM di SPBU pesaing telah naik, Sarmuji berpendapat keputusan Pertamina untuk mempertahankan harga saat ini dianggap sebagai langkah yang adil.
Menurutnya, Pertamina pasti sudah menghitung secara bisnis sehingga tidak menaikkan harga BBM meski di tengah tren kenaikan harga minyak mentah dunia dan juga kurs per Februari 2024.
“Barangkali stok Pertamina yang ada sekarang dibeli dengan harga masih sesuai dengan harga tanpa ada kenaikan,” katanya.
Selain itu, Sarmuji juga menilai kebijakan tersebut tidak akan memberikan dampak negatif pada posisi keuangan perusahaan selama stok BBM diperoleh dengan harga yang masih konsisten tanpa adanya kenaikan. Dengan demikian, kebijakan tersebut dapat meminimalkan potensi kerugian laba bagi Pertamina.
“Kalau masih sesuai dengan harga beli nggak ada masalah dan tidak akan berpengaruh terhadap rugi laba Pertamina,” pungkas legislator tersebut.