Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) mengutip, pernyataan tokoh dunia Bertolt Brecht.
Anggota Komisi II DPR ini mengajak, seluruh anak muda di Indonesia, khususnya Provinsi Bali untuk melaksanakan hak konstitusionalnya di bilik suara pada Rabu, 14 Februari 2024.
"Setiap kampus di dunia merupakan representasi atau miniatur sebuah negara. Keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM atau sebutan lain DPM alias Dewan Perwakilan Mahasiswa) sama halnya dengan posisi eksekutif dan legislatif dalam sebuah negara," kata Gus Adhi dalam keterangan persnya, dikutip Senin (12/2/2024).
Dengan kata lain, Legislator Golkar ini menegaskan, kerja BEM dalam sebuah perguruan tinggi diawasi oleh MPM atau DPM. Yakni, lembaga kemahasiswaan tertinggi yang mengawasi pelaksanaan program kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Sebagai forum perwakilan mahasiswa yang bertugas menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
“Berbicaralah politik di kampus karena kita sudah digariskan berpolitik. Dagang tahu saja berpolitik, apalagi adik-adik mahasiswa. Dua lembaga yang ada di kampus, yakni BEM dan MPM (DPM) merupakan representasi dari keberadaan atau miniatur negara ini. Kenapa dua lembaga ini adik-adik mahasiswa ambil istilahnya tapi kemudian anti politik?” ucap Gus Adhi.
Lebih lanjut, Gus Adhi juga menekankan bahwa perbedaan pendapat dan pandangan saat berdebat seharusnya menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan anak muda, khususnya mahasiswa.
"Kalian itu boleh berbeda tatkala diskusi, tatkala debat, tapi begitu menjadi produk, kalian harus konsisten dan satu arah di dalam perjuangan menjaga nama baik almamater, melahirkan produk yang bisa dibanggakan oleh almamater. Kalau kalian di antara BEM dan DPM berbeda, gimana kalian bisa melahirkan produk? Ini PR bagi adik-adik mahasiswa. Kalian harus harmonis,” tutup Gus Adhi.