Lebih jauh, proyek ini juga harus menjadi katalis untuk inovasi dan kolaborasi. Saya mendorong pemerintah untuk melibatkan akademisi, startup teknologi, dan sektor swasta dalam mengembangkan solusi EBT yang lebih efisien dan terjangkau.
Misalnya, pengembangan teknologi penyimpanan energi (energy storage) dapat menjadi game-changer untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dari sumber EBT yang fluktuatif seperti tenaga surya atau angin.
Selain itu, pelatihan tenaga kerja lokal untuk mengelola dan memelihara pembangkit EBT akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
Di tengah tantangan perubahan iklim global, langkah Indonesia melalui proyek EBT ini patut mendapat apresiasi. Namun, ini hanyalah permulaan.
Komisi XII DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung percepatan transisi energi, termasuk insentif untuk investasi EBT, penyederhanaan regulasi, dan penguatan kerja sama internasional untuk transfer teknologi.
Kami juga akan memastikan bahwa suara masyarakat, terutama di daerah proyek, didengar dan diakomodasi dalam setiap tahap pembangunan.
Proyek EBT Rp 25 triliun ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Dengan pengelolaan yang tepat, proyek ini tidak hanya akan menerangi rumah-rumah di 15 provinsi, tetapi juga menyalakan harapan untuk Indonesia.
Seperti yang pernah dikatakan oleh filsuf Lao Tzu, "Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah"
Langkah ini telah dilakukan Pemerintah Presiden Prabowo, dan kini saatnya kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang mandiri energi, hijau, dan berkeadilan.
Dengan optimisme dan kerja keras, mimpi besar ini bukan lagi minimnya utopia, tetapi kenyataan yang akan kita gapai.
Mari kita wujudkan mimpi besar ini bersama, demi masa depan bangsa yang lebih cerah dan lestari.