"Pengetahuan adalah tameng terbaik. Masyarakat harus didorong untuk menguasai protokol 'LARI, JAUH, TINGGI' saat terjadi gempa besar di pesisir," tegas Sandi Noor.
Selain itu juga perlu ada penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dan cuaca dengan memastikan berfungsinya alat alat sensor peringatan dini (seismic sensor), latihan simulasi evakuasi bencana, tidak hanya untuk bencana gempa tsunami, tapi juga bencana karena cuaca ekstrem yang mungkin terjadi secara bersamaan. Hal ini sangat penting sehingga masyarakat terlatih adaptasi rencan kontinjensi
Dari semua langkah kesiapsiagaan langkah dan mitigasi bencana tersebut, Sandi juga mendorong perlunya ada penegakan aturan hukum terkait tata ruang. pemerintah harus konsisten mendorong moratorium di zona sempadan pantai dan rawan longsor.
“Kesiapsiagaan adalah bentuk nyata dari kepedulian kita kepada diri sendiri, keluarga, dan bangsa. Mari kita jadikan informasi dari BMKG ini sebagai momentum untuk memperkuat ketangguhan bangsa. Pemerintah harus memimpin, DPR akan mengawal anggaran dan kebijakan, tetapi ujung tombaknya ada pada kesadaran setiap warga masyarakat. Mencegah korban jiwa adalah prioritas utama. Kesigapan kita hari ini akan menentukan keselamatan kita esok hari,” pungkas Sandi Fitrian Noor.