Ketiga nama tersebut diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Juda Agung. Ia menegaskan bahwa DPR tidak ingin terjebak pada dikotomi kebijakan moneter dan fiskal, tetapi fokus pada hasil kebijakan yang berpihak pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak perlu mempertentangkan moneter atau fiskal. Yang penting adalah bagaimana kebijakan yang dihasilkan tetap menjaga independensi Bank Indonesia, responsif terhadap tantangan ekonomi, dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar Misbakhun.