Kabar NasionalKabar DaerahKabar ParlemenKabar Karya KekaryaanKabar Sayap GolkarKagol TVKabar PilkadaOpiniKabar KaderKabar KabarKabar KabinetKabar UKMKabar DPPPojok Kagol Kabar Photo
KABAR KADER
Share :
Franciscus Sibarani: Guru Benteng Utama Pembentukan Karakter dan Penguatan Nilai Pancasila
  Muzaki   30 Juli 2026
Anggota Komisi XIII DPR RI, Franciscus Sibarani

Jakarta – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Franciscus Sibarani, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila di tengah perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Sibarani saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gerakan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (29/7).

Sebagai Anggota Komisi XIII DPR RI yang menjadi mitra kerja BPIP, Sibarani mengapresiasi upaya penguatan nilai-nilai Pancasila melalui keterlibatan para pendidik. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa karena kemajuan negara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas karakter manusianya.

“Guru memiliki posisi yang sangat penting dalam perjalanan bangsa. Guru bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, dan menjadi teladan bagi generasi muda," ujar Sibarani.

Ia menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi memberikan banyak peluang, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar anak-anak mampu berpikir kritis, memilah informasi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

Sibarani menilai anak-anak Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk berkembang. Salah satu indikatornya terlihat dari capaian budaya literasi daerah.

"Berdasarkan Survei Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025 yang diterbitkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat berharga," katanya.

Namun, menurut Sibarani, potensi tersebut harus terus diiringi dengan penguatan karakter dan pendampingan yang berkelanjutan.

"Anak-anak kita memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar yang besar. Tugas kita bersama adalah memastikan potensi tersebut berkembang ke arah yang positif. Jangan sampai anak-anak yang memiliki masa depan cerah justru terpengaruh oleh hal-hal negatif karena kurangnya pendampingan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilakukan hanya melalui pendidikan formal, tetapi membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

"Karakter anak tidak hanya dibentuk dari apa yang mereka pelajari, tetapi juga dari lingkungan dan keteladanan yang mereka lihat setiap hari," kata Sibarani.

Sibarani menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Saya percaya bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi pada manusia. Ketika kita membangun manusia yang cerdas dan berkarakter, kita sedang membangun masa depan Indonesia," ujarnya.

Menurut Sibarani, nilai-nilai Pancasila akan terus hidup apabila ditanamkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pancasila tidak diwariskan melalui kata-kata semata, tetapi melalui keteladanan. Dan keteladanan itu setiap hari lahir dari ruang-ruang kelas melalui dedikasi dan pengabdian Bapak dan Ibu Guru," pungkasnya.

Kabar Golkar adalah media resmi Internal Partai Golkar. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik untuk Partai Golkar dan seluruh kadernya.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us - Kabar dari Kader
©2023 Kabar Golkar. All Rights Reserved.