"Sejak tahun 2019, Ibu Sari sudah menyalurkan bantuan untuk Abhariyah," ujarnya.
Ia mengatakan program tersebut memberikan dampak besar bagi para santri yang sebagian besar berasal dari keluarga menengah ke bawah. Bantuan pendidikan dinilai membantu mencegah santri berhenti sekolah akibat persoalan biaya.
Imam menjelaskan mekanisme pemanfaatan dana PIP di pesantren dilakukan dengan melibatkan orang tua santri. Untuk penerima PIP jenjang SMP, pencairan dilakukan langsung oleh orang tua dan diarahkan untuk memenuhi kewajiban administrasi pesantren.
"Sistem yang kami terapkan di sini, ketika PIP ini dicairkan untuk jenjang SMP, dicairkan langsung oleh orang tuanya. Kami sarankan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi pesantren. Alhamdulillah, santri dan wali santri di Ponpes Abhariyah sangat taat," ujarnya.
Perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan santri juga diberikan hingga jenjang perguruan tinggi. Dukungan tersebut dilakukan melalui program KIP Kuliah yang diberikan kepada santri yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dengan pencairan bantuan dilakukan setiap semester.
"kami di pesantren menjamin seluruh bantuan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung kelancaran studi para mahasiswa,"terangnya.
Imam juga mengungkapkan bentuk dukungan lainnya berupa penyediaan satu unit kendaraan operasional melalui program operasional BPKH. Kendaraan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pesantren dan kemaslahatan umat, termasuk mengantar santri yang membutuhkan pengobatan.
Bendahara Umum Partai Golkar Pusat sekaligus Ketua Umum Kosgoro 1957 itu juga dinilai memiliki perhatian luas terhadap pondok pesantren di Nusa Tenggara Barat (NTB). Imam, yang juga Ketua BM Kosgoro 1957 NTB, memberikan apresiasi atas kepedulian tersebut, termasuk perhatian terhadap santri yang mengalami kekerasan di Pulau Lombok.
Imam menegaskan berbagai bantuan yang diberikan selama ini menjadi bukti nyata kepedulian Sari Yuliati terhadap masyarakat Lombok, khususnya keluarga besar Pondok Pesantren NU Abhariyah.
Pada pelaksanaan Wisuda Takhasus Santri tahun ini, sebanyak 16 santri mengikuti prosesi wisuda. Mereka merupakan santri yang telah menyelesaikan pendidikan selama tujuh tahun di Pondok Pesantren NU Abhariyah.