Darwin mengatakan, pengembangan sentra budidaya lele di Jawa Barat terus didorong. BPPMHKP Bandung menargetkan terbentuknya 2.000 kampung budidaya ikan lele di Jawa Barat. Hingga kini, sebanyak 700 kampung telah disurvei sebagai bagian dari proses pengembangan tersebut.
Besarnya potensi produksi dari ribuan kampung budidaya tersebut, kata Darwin, membutuhkan kepastian pasar agar hasil panen dapat terserap secara optimal. Kehadiran PT Asha Nuova International dinilai dapat menjadi salah satu mitra yang membantu membuka akses pasar bagi pembudidaya.
“Kalau memang jadi, Jawa Barat ini 2.000 kampung ya targetnya? Sementara sudah 700 yang sudah disurvei, dan itu kan kalau sekian banyak produksi mau dijual ke mana? MBG juga enggak akan nampung. Tapi ini sudah ada bapak angkat ya, Asha Nuova. Kita support segala macam supaya dari hulu sampai hilir menjadi hal yang positif dan bisa menghidupkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Darwin menambahkan, ekspor produk marinasi lele ke Taiwan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk, tetapi juga harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan otoritas negara tujuan. Taiwan memiliki standar dan persyaratan tertentu melalui mekanisme kerja sama MRA atau Mutual Recognition Agreement.
“Jadi ada perjanjian kerja sama, dan itu harus terdaftar dulu di sana, disetujui oleh otoritas kompeten di Taiwan. Kalau enggak, enggak akan bisa ekspor. Dan berarti kualitasnya, jaminan mutunya sudah terpenuhi, dan kami bersama teman-teman di sini membina dari awal,” ujar Darwin.