“Pada pagu indikatif Rp6,98 miliar, di tahun 2027 ini menjadi Rp25,49 miliar. Ada kenaikan lebih dari tiga kali lipat dari tahun 2026. Apakah ini ada hal-hal yang menyebabkan perlunya dukungan yang besar?” ungkapnya.
Atas kenaikan tersebut, Rycko meminta Kementerian Kebudayaan menjelaskan program maupun kegiatan yang menjadi dasar penambahan anggaran. Ia ingin memastikan tambahan dukungan pembiayaan tersebut benar-benar diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan kebudayaan di Lampung.
Selain itu, Rycko meminta pemerintah memberikan gambaran apakah peningkatan anggaran dalam jumlah signifikan tersebut hanya terjadi di Lampung atau juga dialami Taman Budaya di sejumlah provinsi lainnya.
“Kita juga ingin tahu informasi kegiatan-kegiatan yang masuk dan kami ingin tahu apa rencana Pak Menteri memprioritaskan. Apakah ini hanya di Lampung atau ada di provinsi lainnya yang ikut menikmati kenaikan yang cukup signifikan,” tutup Rycko.